Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis harus memberi manfaat optimal, baik bagi penerima maupun perekonomian masyarakat.
Ketua Satgas MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menilai secara konsep program tersebut sudah baik, namun implementasinya perlu pengawalan ketat.
“Program itu bagus untuk siapa? Mengatasi problematika apa? Problematik gizi, gizi bagi siapa?” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Menurutnya, kelompok yang paling membutuhkan asupan gizi adalah ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, bukan hanya pelajar tingkat atas.
“Untuk anak-anak SMA melewati masa-masa pertumbuhan sehingga kebutuhan gizinya tidak sebesar anak-anak di bawahnya. Malah justru yang kita khawatirkan mungkin dari ibu hamil, melahirkan, menyusui, sampai balita. Berarti sasarannya harus tepat,” paparnya.
Selain itu, aspek pengelolaan program juga dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari pelaksana hingga rantai pasok bahan baku.
“Bahan bakunya disuplai oleh siapa? Perusahaan besar atau UMKM?” ungkapnya.
Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci agar program ini tidak hanya berdampak pada gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi sekitar.
Ni Made menyoroti adanya keluhan dari pelaku usaha kecil, khususnya kantin di sekitar sekolah yang mengalami penurunan omzet sejak program berjalan.
“Sekarang kan banyak yang mengeluhkan kantin-kantinnya pada nggak laku. Jadi pemberdayaan masyarakat sekitar itu mungkin lebih penting. Kalau ini bisa diterapkan pasti akan dapat dukungan masyarakat yang lebih besar,” ujarnya.
Program MBG sendiri kembali menjadi perhatian publik karena besarnya alokasi anggaran yang mencapai Rp217,8 triliun dari APBN. Anggaran tersebut tetap dipertahankan di tengah kebijakan efisiensi serta tekanan global, termasuk dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran krisis energi.
Di sisi lain, program ini juga menuai kritik terkait skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut mencapai Rp6 juta per hari.
Pemerintah bahkan sempat mewacanakan pengurangan frekuensi distribusi MBG dalam satu hari guna menghemat anggaran hingga Rp40 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.