Tiga Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Potret pemain PSS saat berhadapan dengan Kendall Tornado FC pada Minggu (29/3/2026) di Stadion Sriwedari./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Evaluasi pada skema bola mati menjadi fokus utama Pelatih Kepala PSS Sleman setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan dalam laga krusial melawan Kendal Tornado FC.
Dalam pertandingan di Stadion Sriwedari pada Minggu (29/3/2026) malam, PSS harus puas dengan hasil imbang 1-1 setelah gol keunggulan mereka dibalas cepat oleh tuan rumah.
Pelatih PSS, Ansyari Lubis, menyoroti kelengahan anak asuhnya dalam mengantisipasi bola mati yang berujung pada gol penyama kedudukan.
"Tapi di babak kedua, kita bisa mengambil satu poin [gol], mengambil keunggulan di situ. Tetapi ya problem kami, kami harus evaluasi juga, kami di bola mati tadi kami lengah, itu yang membuat pertandingan menjadi seri," kata Ansyari, Minggu malam.
Ia mengakui Kendal memiliki kekuatan taktik yang solid sehingga PSS harus bermain lebih disiplin sepanjang laga.
Pertandingan sendiri berlangsung ketat sejak awal. Kendal kerap mengancam lewat skema set piece, sementara PSS mencoba membangun serangan dari sisi sayap.
Gol lebih dulu dicetak PSS di menit ke-51 lewat Riko Simanjuntak setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti.
Namun hanya berselang tiga menit, Kendal menyamakan skor melalui sundulan Dimas Sukarno dari situasi tendangan bebas.
Setelah itu, kedua tim saling menciptakan peluang, termasuk tembakan keras Riko di menit ke-76 yang masih bisa ditepis kiper serta peluang Patrick Cruz di menit ke-84 yang membentur mistar.
Ansyari menilai hasil ini tetap patut disyukuri mengingat laga tersebut mempertemukan dua tim papan atas.
"Tapi [hasil] ini kami syukuri, karena poin kami juga tetap ada nilai satu poin dan ini pertandingan yang krusial karena ini langsung kompetitor," ujarnya.
Ia juga menyinggung hasil tim pesaing, yakni Persipura yang meraih kemenangan dan Barito Putera yang bermain imbang, membuat persaingan menuju papan atas semakin ketat.
Dengan lima laga tersisa, PSS dituntut tampil lebih konsisten agar peluang promosi tetap terjaga.
"Karena kita tahu Persipura kemarin menang, Barito seri, jadi lima match terakhir kami harus lebih kerja keras lagi," tandasnya.
Sementara itu, pemain PSS, Riko Simanjuntak, menilai pertandingan berjalan ketat dengan minim peluang.
"Kita tahu komposisi Tornado sangat baik, defense-nya juga sangat sangat ketat di sana," ujarnya.
Riko menegaskan timnya masih berada di jalur yang tepat untuk mengejar target promosi ke Liga 1.
"Yang terpenting kita masih on the track, kami masih berada di atas ini, harus kami jaga selalu agar apa yang kami inginkan kembali ke Liga 1 bisa tercapai tahun ini," ungkapnya.
Hasil imbang ini membuat PSS tetap memimpin klasemen dengan 46 poin, sementara Kendal berada di posisi empat dengan 41 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Timnas U-20 Indonesia bersiap menghadapi Irak sebelum Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Indonesia diprediksi menang tipis 1-0.
Belanja material di Qhomemart Yogyakarta membawa keberuntungan bagi M. Ravi Ravelino yang memenangkan hadiah utama paket ibadah umrah.
Xiaomi menghentikan dukungan sejumlah HP dalam daftar EOL. Cek Xiaomi 12 Lite dan Redmi yang tak lagi mendapat update rutin
Harta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dalam LHKPN 2023 mencapai Rp2,22 miliar. Ia terjaring OTT KPK bersama dua wakil rektor.
Timnas voli putri Indonesia menghadapi Kazakhstan di laga perdana AVC Women's Continental 2026 dengan target menembus enam besar.