Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Siswa SMP Negeri 2 Sewon saat mengerjakan soal UNBK di hari pertama ujian, Senin (23/4)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di wilayahnya berjalan lancar sejak dimulai pada pekan ini.
Ujian tersebut digelar dalam dua gelombang, yakni pada 6–7 April dan 8–9 April 2026. Tercatat sebanyak 47 SMP negeri dan swasta serta 26 MTs negeri dan swasta mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Bantul, Himawan Sulistyo, menjelaskan pada gelombang pertama hanya satu sekolah yang mengikuti ujian, yakni SMP Ali Maksum. Sekolah tersebut memilih jadwal lebih awal karena memiliki agenda internal pada gelombang kedua.
“Untuk gelombang pertama berjalan lancar karena kami juga menyiapkan tim desk IT, sehingga pelaksanaannya terpantau tanpa kendala,” ujar Himawan, Selasa (7/4/2026).
Memasuki gelombang kedua, Disdikpora Bantul mulai mengantisipasi potensi gangguan, terutama terkait pasokan listrik mengingat ujian dilaksanakan berbasis komputer.
Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN guna memastikan kelancaran pasokan listrik selama ujian berlangsung. Selain itu, sekolah juga diimbau menyiapkan genset sebagai langkah antisipasi.
Adapun materi yang diujikan pada hari pertama adalah Matematika, sedangkan hari kedua Bahasa Indonesia. Setiap sesi ujian terdiri atas 10 menit latihan, 75 menit pengerjaan soal, serta 20 menit pengisian survei karakter.
Himawan menambahkan terdapat satu sekolah di Bantul yang tidak mewajibkan seluruh siswanya mengikuti TKA, yakni SMP Kesatuan Bangsa. Hal ini karena sebagian besar siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di sekolah yang sama, yang tidak mensyaratkan nilai TKA dalam proses seleksi.
“Meski begitu, siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah lain tetap difasilitasi untuk mengikuti TKA, meskipun jumlahnya tidak banyak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Banguntapan 1 Bantul, Harjana, menyatakan kesiapan sekolahnya untuk melaksanakan TKA pada gelombang kedua.
Sebanyak 253 siswa dijadwalkan mengikuti ujian yang akan dibagi dalam tujuh ruang dengan dua sesi pelaksanaan.
“Kami sudah mematangkan persiapan, seluruh siswa akan mengikuti ujian sesuai jadwal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kejagung masih menyelidiki dugaan pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati Sumsel Atang Pujiyanto.
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.