Antrean BBM Mengular, Warga Bantul Rela Antre Sebelum SPBU Buka
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/3/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan Bantul mengusulkan dua rute angkutan perintis untuk memperluas akses transportasi ke wilayah pinggiran pada 2026. Usulan itu diajukan oleh Dishub Bantul ke Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) DIY.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, menyebutkan dua rute yang diajukan yakni Terminal Imogiri–Selopamioro–Panggang dan Dlingo–Terminal Imogiri–Terminal Palbapang.
Singgih menegaskan pengajuan rute tersebut telah melalui proses diskusi dengan pemerintah kalurahan setempat, termasuk wilayah Selopamioro dan Terong di Kapanewon Dlingo.
“Kami usulkan melalui beberapa tahapan, termasuk mengundang dan berdiskusi dengan pihak terkait,” ujarnya, Ahad (12/4/2026).
Dishub berharap rute angkutan perintis ini dapat direalisasikan pada 2026 agar masyarakat di daerah terpencil memiliki akses transportasi yang lebih mudah.
Selain itu, keberadaan angkutan ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul, Ganis Pratomo Wibowo, menjelaskan pengajuan rute telah dilakukan sejak 2025.
Pada awal 2026, verifikasi bersama Kementerian Perhubungan telah dilakukan dan secara prinsip tidak ada kendala.
“Saat ini tinggal menunggu ketersediaan anggaran dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Sasar Wilayah Terpencil
Menurut Ganis, angkutan perintis bertujuan menjangkau wilayah yang belum terlayani angkutan umum, khususnya daerah dengan tingkat mobilitas rendah.
“Saat ini belum ada rute angkutan perintis di Bantul, sehingga kami fokus mengusulkan wilayah terluar,” katanya.
Jika terealisasi, layanan ini akan mendapatkan subsidi pemerintah sehingga tarif yang dibayar masyarakat menjadi lebih terjangkau.
“Misalnya biaya operasional Rp10.000, masyarakat bisa membayar sekitar Rp5.000 karena disubsidi pemerintah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.