Kuota SMP Sleman Tersedia, Disabilitas Wajib Lalui Asesmen dari RS
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca panas ekstrem di Sleman memicu peningkatan risiko heatstroke, mendorong penguatan mitigasi oleh layanan darurat kesehatan. UPTD PSC 119 Sleman Emergency Services di bawah Dinas Kesehatan Sleman menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kedaruratan kesehatan akibat suhu tinggi yang diperkirakan berlangsung lebih lama.
Kepala UPTD PSC 119 SES Sleman, Dharmawan Lingga Artama, menyebut pihaknya telah melakukan kaji cepat serta menyusun skema respons jika terjadi kasus heatstroke di masyarakat.
“PSC harus ambil peran, mulai dari kaji cepat masalah kesehatan hingga pelaporan ke dinas untuk respons lanjutan,” kata Lingga dihubungi, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, heatstroke atau sengatan panas menjadi ancaman utama di tengah meningkatnya paparan radiasi ultraviolet (UV). Kondisi ini tidak hanya berpotensi memicu dehidrasi berat, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker kulit.
Kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) disebut paling berisiko terdampak kondisi tersebut.
“Lansia sering kali tidak merasa haus meski sudah mengalami dehidrasi, sementara ibu hamil membutuhkan cairan lebih banyak karena volume darah meningkat,” katanya.
Selain faktor individu, kondisi wilayah perkotaan juga dinilai memperbesar risiko heatstroke. Minimnya ruang hijau dan dominasi bangunan membuat suhu lingkungan lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan.
Di Kabupaten Sleman, terdapat empat kapanewon dalam kawasan aglomerasi Kartamantul, yakni Depok, Mlati, Gamping, dan Ngaglik, dengan luas wilayah mencapai 1.147,56 kilometer persegi. Perkembangan kawasan ini dinilai lebih pesat dibanding wilayah lain sehingga berpotensi meningkatkan paparan panas.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung diri seperti topi, payung, atau pakaian lengan panjang berbahan katun, serta menjaga kecukupan cairan tubuh.
“Idealnya minum secara berkala, bahkan bisa tiap jam, untuk mencegah dehidrasi yang sering tidak disadari,” ucapnya.
Selain edukasi, PSC 119 memastikan layanan evakuasi tetap berjalan optimal sebagai bagian dari respons cepat jika terjadi kasus heatstroke di lapangan.
Kasubag Tata Usaha UPTD PSC 119 SES Sleman, Sudiyo, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena tim siaga telah disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat akibat cuaca panas ekstrem.
Masyarakat dapat mengakses layanan darurat dengan menghubungi nomor 119. Panggilan akan langsung terhubung ke PSC 119 Sleman yang selanjutnya mengoordinasikan ambulans serta sarana-prasarana untuk proses evakuasi, terutama dalam menghadapi peningkatan risiko heatstroke di wilayah Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri resmi naik pangkat menjadi Komjen. Kapolri menyebut kebijakan itu tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.