Tarif Trans Jogja Mulai Rp500, Ini Daftar Rute Aktif 2026
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, SLEMAN—Aksi kejar-kejaran disertai pengayunan celurit di Jalan Godean-Pedes, wilayah Moyudan, Sleman, pada Jumat (1/5/2026) dini hari berakhir tragis. Sebuah sepeda motor Kawasaki KLX yang ditumpangi sekelompok remaja menabrak tugu. Akibat insiden tersebut, dua orang mengalami luka-luka dan satu remaja lainnya kini diringkus polisi.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro mengungkapkan, peristiwa mencekam yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu bermula saat seorang pelapor berinisial DAN (18), warga Sidoluhur, Godean, tengah melintas dari arah utara ke selatan. Saat mencoba mendahului motor KLX di depannya, situasi mendadak berubah menjadi horor.
Pengendara KLX tersebut justru kembali menyalip dengan kecepatan tinggi sembari dua pemboncengnya mengayunkan dua bilah celurit ke arah belakang. Aksi provokatif ini menciptakan kepanikan luar biasa di sepanjang jalan raya tersebut.
Aksi nekat rombongan remaja ini berakhir tragis di kawasan Dusun Menulis, Sumbersari, Moyudan. Kehilangan kendali saat memacu kendaraan, pengendara KLX tersebut menghantam tugu di sisi barat jalan dengan sangat keras.
Seusai benturan terjadi, pengendara dan satu pembonceng terkapar karena mengalami luka-luka serius. Sementara itu, satu remaja berinisial WF (17), warga Argomulyo, Sedayu, Bantul, yang tidak mengalami luka sedikit pun, langsung diamankan petugas Polsek Moyudan di lokasi kejadian.
Iptu Argo mengonfirmasi bahwa petugas yang tiba di lokasi tidak hanya menemukan para korban, tetapi juga menyita dua bilah celurit yang diduga digunakan dalam aksi pengancaman sebelumnya.
"Dua korban luka telah dievakuasi menggunakan ambulans ke RS PKU Muhammadiyah 2 Gamping untuk perawatan medis. Barang bukti berupa sepeda motor Kawasaki KLX dan senjata tajam juga telah kami amankan," jelas Iptu Argo, Jumat (1/5/2026).
Polisi menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam insiden yang dikategorikan sebagai kejahatan jalanan tersebut.
Di sisi lain, aparat juga mengingatkan masyarakat, terutama remaja, agar tidak terlibat dalam aksi serupa, tidak membawa senjata tajam, serta menghindari aktivitas nongkrong hingga dini hari yang berpotensi memicu konflik di jalan.
Kepolisian menyatakan akan meningkatkan patroli malam dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan di wilayah Sleman, sebagai upaya mencegah kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny