131 Kg Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Bantul, Ancam Ikan Lokal
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Seekor ular jali yang berhasil diamankan petugas Damkarmat BPBD Bantul dari bodi sepeda motor seorang warga, Senin (4/5/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Ketenangan Rygen Kartika Yudha saat berkendara di wilayah Karanggede, Sumberharjo, Prambanan, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Senin (4/5/2026) pagi. Seekor ular jali sepanjang satu meter secara mengejutkan merayap keluar dari sela bodi motor miliknya saat ia tengah melaju di jalanan.
Sontak, munculnya reptil tersebut membuat Rygen terkejut dan langsung menghentikan kendaraannya di tepi jalan. Khawatir keselamatan dirinya terancam, ia segera menghubungi Pusdalops BPBD Bantul untuk meminta bantuan evakuasi satwa liar tersebut.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, mengonfirmasi bahwa laporan darurat tersebut diterima petugas sekitar pukul 09.57 WIB. Tim langsung bergerak cepat menuju lokasi seusai menerima informasi mengenai adanya gangguan satwa di kendaraan warga.
“Pelapor merasa takut karena ular tiba-tiba keluar dari cover bodi motor saat hendak bepergian. Setelah itu langsung melapor ke Pusdalops BPBD Bantul agar segera ditangani,” tutur Kristanto saat dikonfirmasi.
Sebanyak enam personel Damkarmat BPBD Bantul diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan ular tersebut. Dengan menggunakan peralatan khusus seperti penjepit ular (snake grabber), hook stick, dan senter, petugas mulai menyisir bagian dalam bodi motor yang menjadi tempat persembunyian ular.
Proses evakuasi yang dilakukan di sela komponen mesin motor tersebut berlangsung cukup menegangkan, namun petugas berhasil menangkap ular jali tersebut dengan aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada kendaraan dalam insiden yang sempat menarik perhatian warga sekitar ini.
Kristanto menjelaskan bahwa ular jali sebenarnya merupakan jenis ular yang tidak berbisa. Meski begitu, kehadirannya di dalam kendaraan sangat membahayakan karena bisa memicu kepanikan fatal yang berujung pada kecelakaan lalu lintas jika muncul saat motor melaju kencang.
Munculnya fenomena ular masuk ke kendaraan ini diduga kuat karena posisi parkir motor yang berada di area lembap atau dekat dengan semak-semak. Cuaca yang tidak menentu belakangan ini disinyalir membuat satwa melata mencari tempat berlindung yang lebih hangat, termasuk di dalam sasis sepeda motor.
BPBD Bantul pun mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak mencoba menangkap satwa liar sendirian jika tidak memiliki keahlian khusus. Tindakan gegabah justru bisa memicu serangan dari hewan tersebut.
“Kalau menemukan ular atau satwa liar lain sebaiknya jangan panik dan jangan ditangani sendiri. Segera hubungi petugas supaya lebih aman,” tegas Kristanto menutup keterangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.