Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Petir - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (28/5/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Peringatan tersebut dirilis BMKG pada pukul 11.09 WIB, dengan prakiraan kejadian cuaca mulai berlangsung sekitar pukul 11.19 WIB. Kondisi ini diprediksi tidak hanya berlangsung singkat, tetapi juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di DIY dalam waktu relatif cepat.
Wilayah Kabupaten Kulon Progo menjadi area yang pertama kali diprediksi terdampak. Sejumlah kapanewon seperti Pengasih, Kokap, Girimulyo, dan Nanggulan masuk dalam zona awal potensi hujan lebat disertai angin kencang. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas harian.
BMKG juga mengingatkan bahwa sistem cuaca ini berpotensi bergerak dan meluas ke wilayah lain, termasuk Samigaluh dan Kalibawang di Kulon Progo. Selain itu, sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman juga diprediksi terdampak, antara lain Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Sleman, Tempel, hingga Turi.
Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 12.40 WIB. Namun demikian, masyarakat diminta tetap memantau perkembangan karena kondisi atmosfer yang dinamis memungkinkan perubahan dalam waktu singkat.
Secara umum, BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia pada akhir Mei 2026 masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk gelombang atmosfer dan aktivitas siklonik. Faktor ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti banjir lokal, genangan air, serta gangguan pada aktivitas masyarakat, terutama di area terbuka.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan disertai petir, serta mewaspadai angin kencang yang dapat merobohkan baliho atau pepohonan. Selain itu, warga juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, termasuk layanan nowcasting untuk update real-time.
Dengan kondisi cuaca yang cepat berubah, kewaspadaan menjadi kunci utama agar masyarakat tetap aman dan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.