Hari Jadi Bantul Jadi Momentum Benahi Mutu dan Fasilitas Pendidikan
Hari Jadi ke-195 Bantul menjadi momentum memperkuat mutu pendidikan dan pemerataan fasilitas sekolah di tengah capaian prestasi tingkat nasional.
Ilustrasi kamar hotel Greenhost./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Libur panjang Iduladha 1447 Hijriah belum mampu mendongkrak signifikan tingkat hunian hotel di Kabupaten Bantul. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata dan perhotelan yang sebelumnya berharap ada lonjakan kunjungan wisatawan selama momentum long weekend.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, mengungkapkan okupansi hotel hanya mengalami kenaikan tipis dibanding hari biasa. Kenaikan tersebut dinilai belum cukup berdampak pada pemulihan sektor hospitality di wilayah tersebut.
“Untuk okupansi selama long weekend tidak terlalu meningkat tajam. Hari biasa itu sekitar 40 persen, sekarang saat long weekend hanya naik jadi 50 persen lebih sedikit,” kata Hendra, Jumat (29/5).
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi rendahnya tingkat hunian hotel adalah bertepatan dengan perayaan Iduladha. Pada momen ini, masyarakat cenderung mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan kurban dibandingkan untuk berwisata.
“Karena posisinya berhubungan dengan kurban, otomatis masyarakat mengeluarkan uang untuk berkurban dan dana sudah diagendakan ke sana,” ujarnya.
Selain faktor tersebut, Hendra menyebut momentum menjelang tahun ajaran baru juga turut memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Banyak keluarga saat ini lebih fokus mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak.
“Menjelang kenaikan kelas juga banyak persiapan biaya sekolah, jadi masyarakat yang berwisata sedikit berkurang,” katanya.
Kondisi ini, lanjut Hendra, menjadi tantangan serius bagi sektor perhotelan di Bantul yang sudah cukup lama menghadapi tekanan. Ia berharap ada intervensi kebijakan dari pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi di sektor tersebut, khususnya melalui kegiatan yang melibatkan hotel dan fasilitas pertemuan.
“Harapan kami bagaimana caranya ekonomi di perhotelan tetap berjalan baik. Ini menjadi PR bersama supaya pemangku kebijakan bisa memberikan insentif kegiatan-kegiatan yang menggunakan ruang meeting kembali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya dukungan, dampaknya bisa meluas hingga pada pengurangan tenaga kerja di sektor hospitality.
“Jangan sampai ekonomi di perhotelan atau hospitality ini terpuruk yang mengakibatkan banyak pengurangan karyawan,” ucapnya.
Penurunan kunjungan wisatawan juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Parangtritis. Salah satu pedagang penyewaan tenda, Erla, mengaku jumlah wisatawan yang datang selama libur Iduladha tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.
“Kalau saya lihat kunjungan wisatawan saat libur Iduladha tahun ini lebih sepi dibanding tahun kemarin,” katanya.
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih ada wisatawan yang memanfaatkan jasanya.
“Ya tetap bersyukur meski sepi wisatawan namun masih diberi rejeki. Sewa tenda masih laku,” ujarnya.
Pelaku usaha pariwisata di Bantul berharap kondisi ini segera membaik, terutama menjelang musim libur sekolah yang diprediksi dapat menjadi momentum kebangkitan sektor wisata dan perhotelan di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi ke-195 Bantul menjadi momentum memperkuat mutu pendidikan dan pemerataan fasilitas sekolah di tengah capaian prestasi tingkat nasional.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.