Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Produktivitas pertanian di Kabupaten Bantul menunjukkan tren positif meski luas lahan pertanian terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan hasil panen tersebut ditopang oleh pemanfaatan teknologi pertanian modern yang mulai diterapkan petani di berbagai wilayah.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang pembangunan daerah bersama sektor industri dan pariwisata. Menurutnya, kemajuan teknologi budi daya berperan besar dalam meningkatkan hasil produksi meski luas lahan mengalami penyusutan.
"Dulu luas lahan pertanian lebih dari 30.000 hektare dengan produktivitas rata-rata sekitar 3 hingga 4 ton gabah kering per hektare. Sekarang luas lahan tinggal sekitar 14.000 hektare, tetapi produktivitas meningkat menjadi rata-rata 8 ton per hektare," ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).
Peningkatan produktivitas tersebut didorong oleh penggunaan bibit unggul, perbaikan teknik pengolahan lahan, hingga penerapan teknologi pertanian yang semakin berkembang. Berbagai inovasi tersebut membantu petani menghasilkan panen lebih tinggi meski menghadapi keterbatasan lahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan salah satu teknologi yang mulai diterapkan adalah sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Menurutnya, teknologi tersebut telah digunakan di sejumlah kawasan pertanian seperti Kretek, Parangtritis, dan beberapa wilayah lainnya di Bantul.
"Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk penyiraman, tetapi juga dapat memberikan pupuk dan nutrisi tambahan secara otomatis serta membantu penyemprotan obat hama sesuai kebutuhan tanaman," katanya.
Penerapan sistem tersebut dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga petani karena sejumlah proses perawatan tanaman dapat dilakukan secara otomatis.
Selain di sektor budidaya, pemanfaatan teknologi juga mulai diterapkan dalam pemasaran hasil panen. Petani di wilayah Imogiri, Sanden, dan Kretek kini mulai memanfaatkan aplikasi lelang digital untuk menjual produk pertanian mereka.
Melalui sistem tersebut, petani dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus memperpendek rantai distribusi sehingga berpotensi mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Meski demikian, Joko mengakui tingkat adopsi teknologi pertanian di Bantul masih belum merata. Saat ini, penggunaan teknologi modern di kalangan petani diperkirakan masih di bawah 50 persen.
"Melalui aplikasi dan teknologi digital, informasi bisa lebih cepat diterima sehingga berbagai permasalahan di lapangan dapat segera ditangani," ujarnya.
Pemkab Bantul berharap modernisasi sektor pertanian terus berkembang seiring upaya menjaga keberadaan lahan produktif. Pemerintah juga menilai pengaturan tata ruang menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor industri dan permukiman tidak mengurangi lahan pertanian yang masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem