Bantuan Modal Usaha Tanpa Agunan 2026, Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
Pelaku UMKM bisa mempelajari pilihan bantuan modal usaha tanpa agunan, dokumen yang perlu disiapkan, cara pengajuan, serta ketentuan KUR 2026.
Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Produktivitas pertanian di Kabupaten Bantul menunjukkan tren positif meski luas lahan pertanian terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan hasil panen tersebut ditopang oleh pemanfaatan teknologi pertanian modern yang mulai diterapkan petani di berbagai wilayah.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang pembangunan daerah bersama sektor industri dan pariwisata. Menurutnya, kemajuan teknologi budi daya berperan besar dalam meningkatkan hasil produksi meski luas lahan mengalami penyusutan.
"Dulu luas lahan pertanian lebih dari 30.000 hektare dengan produktivitas rata-rata sekitar 3 hingga 4 ton gabah kering per hektare. Sekarang luas lahan tinggal sekitar 14.000 hektare, tetapi produktivitas meningkat menjadi rata-rata 8 ton per hektare," ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).
Peningkatan produktivitas tersebut didorong oleh penggunaan bibit unggul, perbaikan teknik pengolahan lahan, hingga penerapan teknologi pertanian yang semakin berkembang. Berbagai inovasi tersebut membantu petani menghasilkan panen lebih tinggi meski menghadapi keterbatasan lahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan salah satu teknologi yang mulai diterapkan adalah sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Menurutnya, teknologi tersebut telah digunakan di sejumlah kawasan pertanian seperti Kretek, Parangtritis, dan beberapa wilayah lainnya di Bantul.
"Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk penyiraman, tetapi juga dapat memberikan pupuk dan nutrisi tambahan secara otomatis serta membantu penyemprotan obat hama sesuai kebutuhan tanaman," katanya.
Penerapan sistem tersebut dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga petani karena sejumlah proses perawatan tanaman dapat dilakukan secara otomatis.
Selain di sektor budidaya, pemanfaatan teknologi juga mulai diterapkan dalam pemasaran hasil panen. Petani di wilayah Imogiri, Sanden, dan Kretek kini mulai memanfaatkan aplikasi lelang digital untuk menjual produk pertanian mereka.
Melalui sistem tersebut, petani dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus memperpendek rantai distribusi sehingga berpotensi mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Meski demikian, Joko mengakui tingkat adopsi teknologi pertanian di Bantul masih belum merata. Saat ini, penggunaan teknologi modern di kalangan petani diperkirakan masih di bawah 50 persen.
"Melalui aplikasi dan teknologi digital, informasi bisa lebih cepat diterima sehingga berbagai permasalahan di lapangan dapat segera ditangani," ujarnya.
Pemkab Bantul berharap modernisasi sektor pertanian terus berkembang seiring upaya menjaga keberadaan lahan produktif. Pemerintah juga menilai pengaturan tata ruang menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor industri dan permukiman tidak mengurangi lahan pertanian yang masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku UMKM bisa mempelajari pilihan bantuan modal usaha tanpa agunan, dokumen yang perlu disiapkan, cara pengajuan, serta ketentuan KUR 2026.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
realme 16 Pro Harry Potter Edition resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp10.999.000 dan hanya tersedia 600 unit.
KPK mengungkap OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena terkait dugaan korupsi proyek Dinas PUTR, termasuk pembangunan jalan.