Pendataan Desil Keliru, Warga Jogja Terancam Tak Bisa Peroleh Bansos
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026, Badan Pusat Statistik (BPS Kota Yogyakarta) mulai memetakan sejumlah faktor yang berpotensi memicu inflasi di Kota Jogja. Momentum masuk sekolah setiap tahun dinilai selalu menjadi periode yang sensitif terhadap pergerakan harga barang dan jasa.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemantauan intensif terhadap sektor-sektor yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada bulan Juni hingga Juli.
Menurutnya, lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru kerap memberikan tekanan pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama sektor pendidikan dan perdagangan ritel.
“Yang perlu diantisipasi tentu biaya pendidikan dan kebutuhan perlengkapan sekolah yang biasanya meningkat saat tahun ajaran baru,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Biaya pendidikan jadi perhatian utama
BPS mencatat, komponen biaya pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah. Hal ini mencakup kemungkinan penyesuaian uang pangkal sekolah, SPP, hingga biaya administrasi di berbagai jenjang pendidikan.
Selain itu, kebutuhan perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, seragam, hingga tas sekolah juga diperkirakan mengalami peningkatan permintaan yang dapat mendorong kenaikan harga di pasar.
Dampak ke konsumsi masyarakat
Selain sektor pendidikan, BPS juga menyoroti potensi meningkatnya pembelian kendaraan bermotor. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian keluarga memilih membeli kendaraan baru untuk menunjang mobilitas anak ke sekolah.
Namun demikian, Joko menegaskan bahwa tren tersebut sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang saat ini masih dalam tahap pemulihan.
Inflasi masih terkendali
Meski terdapat sejumlah potensi pemicu kenaikan harga, BPS menilai dampaknya terhadap inflasi di Kota Jogja cenderung masih terkendali. Pola musiman tahun ajaran baru memang rutin memunculkan kenaikan pada beberapa komoditas, namun tidak sampai menimbulkan lonjakan inflasi yang signifikan.
“Secara historis, dampaknya terhadap inflasi daerah tidak terlalu besar,” jelasnya.
Pemantauan harga terus dilakukan
BPS Kota Jogja menegaskan akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sepanjang Juni 2026 untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Data tersebut juga akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipatif untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan inflasi di Kota Jogja tetap berada dalam kisaran yang aman meskipun menghadapi tekanan musiman dari sektor pendidikan dan konsumsi rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak titik layanan dan jadwal keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.