Pembacokan Kotabaru: Bantu Geng Vozter Kabur, Tian Diringkus Polisi

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 11 Juni 2026 08:17 WIB
Pembacokan Kotabaru: Bantu Geng Vozter Kabur, Tian Diringkus Polisi

Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI

Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja kembali mengembangkan kasus pembacokan pelajar di kawasan Kotabaru yang menewaskan seorang siswa. Kali ini, polisi menangkap seorang pria berinisial SRDS alias Tian yang diduga berperan membantu pelarian para anggota Geng Vozter pelaku pembacokan ke Cilacap setelah kejadian berlangsung.

Tersangka berinisial SRDS alias Tian diamankan di wilayah Kemantren Gondokusuman. Penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya polisi mengungkap jaringan yang terlibat dalam pelarian para pelaku pembacokan di depan SMAN 3 Jogja.

Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengatakan Tian sempat berpindah-pindah lokasi persembunyian untuk menghindari pengejaran petugas.

"Yang bersangkutan ini setiap tiga hari berpindah-pindah tempat tinggal untuk mengelabuhi petugas. Saat ditangkap, dia baru tiga hari berada di lokasi tersebut," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Jadi Penghubung Pelarian ke Cilacap

Dalam penyelidikan yang dilakukan polisi, Tian diketahui memiliki peran penting sebagai penghubung antara para pelaku di Yogyakarta dengan jaringan yang berada di Cilacap. Peran tersebut disebut mempermudah proses pelarian para tersangka setelah aksi pembacokan terjadi.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga pelaku utama di Cilacap. Sementara itu, sejumlah pelaku lain masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasus pembacokan di Kotabaru diketahui dilakukan oleh kelompok geng Vozter. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut dipicu motif menjaga wilayah setelah kelompok itu menerima informasi mengenai potensi terjadinya tawuran.

"Para pelaku yang kita tangkap sebelumnya tidak mengenal orang di Cilacap. Penghubungnya adalah Tian ini," kata Riski.

Menurut keterangan tersangka, hubungan dengan jaringan di Cilacap berawal dari pertemuan dalam kegiatan kopi darat yang pernah dilakukan di Yogyakarta. Relasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu pelarian para pelaku usai kejadian.

Mobil Pelarian Disita Polisi

Selain menangkap tersangka, polisi juga telah mengamankan kendaraan yang digunakan untuk membantu pelarian para pelaku, yakni sebuah mobil sewaan. Namun, penyidik masih mendalami sumber dana yang digunakan untuk menyewa kendaraan dan memenuhi kebutuhan selama pelarian berlangsung.

"Untuk pembiayaan ini masih kita dalami, apakah ada pihak tertentu atau hasil patungan mereka," ungkapnya.

Residivis dan Pernah Terlibat Kasus Serupa

Polisi mengungkapkan bahwa Tian bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Tersangka diketahui merupakan anggota geng Vozter dan pernah menjalani proses hukum dalam kasus kriminal jalanan sebelumnya.

"Yang bersangkutan sudah pernah inkrah. Bulan lalu juga sempat melakukan hal serupa, namun diselesaikan secara restorative justice. Sekarang mengulangi lagi," katanya.

Selama proses pengejaran berlangsung, Tian diketahui tidak pernah kembali ke rumahnya. Kondisi tersebut sempat menyulitkan petugas dalam melakukan pelacakan karena tersangka terus berpindah lokasi persembunyian.

Hingga saat ini, penyidik masih memburu tiga pelaku lain yang telah ditetapkan sebagai DPO dalam kasus pembacokan pelajar di Kotabaru. Pencarian terus dilakukan untuk menuntaskan pengungkapan kasus yang menewaskan seorang pelajar tersebut sekaligus mengusut kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam membantu pelarian para tersangka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online