Pamit Cari Kayu, Warga Gunungkidul Ditemukan Tewas di Dasar Luweng

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 18 Juni 2026 09:57 WIB
Pamit Cari Kayu, Warga Gunungkidul Ditemukan Tewas di Dasar Luweng

Ilustrasi Tim SAR mengevakuasi.Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pencari kayu bakar ditemukan tewas di dasar luweng Alas Turi di Padukuhan Macanmati, Girimulyo, Panggang, Rabu (17/6/2026). Korban bernama Rujito,56, asal Kalurahan Mulusan, Paliyan.

Peristiwa ini bermula saat korban pamit untuk mencari kayu bakar di Alas Turi pada Rabu pagi. Rujito juga sempat pulang mengambil makanan sekitar pukul 15.30 WIB, tapi kembali ke lokasi guna melanjutkan proses pencarian kayu bakar.

Nahasnya, hingga Rabu petang, korban tidak pulang ke rumah lagi. Keluarga bersama dengan warga memutuskan mencari keberadaannya.

“Dikarenakan tidak pulang, maka kami lakukan pencarian,” kata Supriyanto, tetangga korban kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, proses pencarian tidak mudah karena korban mencari kayu bakar sendirian. Meski demikian, saat mencari warga menemukan peralatan yang dibawa seperti sepeda, bekal makanan hingga gergaji milik Rujito.

“Barang-barang ini berada di pinggir jalan yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi luweng tempatnya ditemukan,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, proses pencarian tidak hanya melibatkan warga. Pasalnya, juga ada inisiatif melaporkan ke polisi hingga meminta bantuan tim SAR di Gunungkidul.

“Korban ditemukan di dasar luweng dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.

Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco mengatakan, usai mendapatkan laporan adanya warga terjatuh di dasar luweng, pihaknya bersama dengan tim gabungan langsung melakukan upaya evakuasi. Ia tidak menampik medan yang sulit dan minimnya lampu penerangan membuat upaya evakuasi jadi terhambat.

Meski demikian, kendala tersebut bukan menjadi penghambat karena korban bisa diangkat dari dasar luweng yang memiliki kedalaman lebih dari 20 meter. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Gatot.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui ada sejumlah luka di tubuh korban. Diduga luka-luka ini muncul karena benturan dengan batu saat korban terpleset ke dasar luweng.

“Di mulut luweng juga ada bercak darah yang menjadi titik ditemukannya korban. Usai diangkat dari dasar, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman,” katanya.

Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran sehingga kejadian yang sama tidak terulang. “Harus berhati-hati saat beraktivitas untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online