Ratusan Lamaran Tak Berbuah Kerja, Curhat Sarjana Job Fair Kulonprogo
Sarjana di Job Fair Kulonprogo berbagi kisah sulit mencari kerja. Ratusan lamaran dikirim, tetapi pekerjaan layak masih sulit didapat.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang sekolah dasar di Kabupaten Kulonprogo resmi dimulai pada Senin (29/6/2026). Hari pertama pelaksanaan SPMB SD Kulonprogo memperlihatkan kontras jumlah pendaftar di sejumlah sekolah. Ada sekolah yang langsung dipadati calon peserta didik, namun ada pula yang hanya menerima segelintir pendaftar.
Perbedaan tersebut terlihat di SD Negeri Brosot, Kapanewon Galur, dan SD Negeri 1 Lendah. Meski berada di kapanewon berbeda, jarak kedua sekolah tersebut kurang dari dua kilometer, tetapi antusiasme masyarakat terhadap masing-masing sekolah sangat berbeda.
Pelaksana Tugas Kepala SDN Brosot, Jumadi, mengatakan hingga hari pertama pelaksanaan SPMB SD Kulonprogo, sekolahnya telah menerima 41 calon siswa.
"Sejauh ini sudah sampai 41 siswa yang mendaftarkan diri ke SDN Brosot di hari pertama SPMB," ujar Jumadi saat ditemui, Senin (29/6/2026).
Sejak loket pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB, antrean orang tua sudah terlihat di SDN Brosot. Tahun ini sekolah tersebut menyediakan kuota sebanyak 56 siswa yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel). Kuota itu dialokasikan melalui jalur domisili radius, domisili wilayah, afirmasi, dan mutasi.
"Hari ini mayoritas pendaftarnya jalur domisili radius dan wilayah, hanya ada satu siswa daftar jalur afirmasi. Sedangkan jalur lainnya masih belum ada pendaftar," lanjut Jumadi.
Tingginya minat masyarakat membuat SDN Brosot langsung menerapkan proses seleksi pada setiap jalur penerimaan. Untuk jalur domisili radius maupun wilayah, penentuan dilakukan berdasarkan jarak rumah ke sekolah menggunakan aplikasi Google Earth. Sementara itu, jalur afirmasi mensyaratkan calon siswa terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diterbitkan Kementerian Sosial.
"Kalau jalur mutasi biasanya minim peminat," ucap Jumadi.
Ia menjelaskan, seleksi jalur domisili radius didasarkan pada jarak terdekat ke sekolah, usia calon siswa saat mendaftar, kemudian nomor pendaftaran. Adapun jalur domisili wilayah mengutamakan usia tertua, dilanjutkan jarak rumah ke sekolah, dan terakhir nomor pendaftaran.
Menurut Jumadi, proses seleksi sudah dilakukan sejak hari pertama agar calon siswa yang belum memenuhi syarat masih memiliki kesempatan mendaftar ke sekolah lain selama masa SPMB berlangsung.
"Ketika di hari kedua ada yang jaraknya lebih dekat atau usianya lebih mendekati atau genap tujuh tahun dapat menggeser pendaftar di hari pertama yang kriterianya tidak memenuhi," tuturnya.
Ia menambahkan, proses seleksi masih dilakukan secara manual. Untuk memastikan seluruh informasi diterima secara cepat, pihak sekolah juga membentuk grup WhatsApp yang beranggotakan seluruh wali murid sehingga perkembangan hasil seleksi dapat disampaikan secara berkala.
Berbeda dengan kondisi di SDN Brosot, suasana hari pertama SPMB SD Kulonprogo di SDN 1 Lendah justru berlangsung sangat tenang. Sekolah yang berjarak sekitar satu kilometer di sebelah utara SDN Brosot itu hanya menerima tiga calon siswa pada hari pertama pendaftaran.
"Hari ini kami hanya ada tiga siswa pendaftar yang ke SDN 1 Lendah," ujar Wali Kelas I SDN 1 Lendah, Suwarti, saat dikonfirmasi terpisah.
Jumlah tersebut hampir sama dengan pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan empat peserta didik baru. Suwarti memperkirakan jumlah pendaftar tidak akan bertambah signifikan hingga proses penerimaan selesai karena sebagian besar lulusan taman kanak-kanak di wilayah sekitar memilih melanjutkan pendidikan ke SDN Brosot maupun SD Muhammadiyah Brosot.
"Soalnya kami sudah telusuri TK dan sebaran lulusannya lebih milih ke SDN Brosot ataupun SD Muhammadiyah Brosot," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sarjana di Job Fair Kulonprogo berbagi kisah sulit mencari kerja. Ratusan lamaran dikirim, tetapi pekerjaan layak masih sulit didapat.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
SPMB SD Kulonprogo resmi dibuka. SDN Brosot menerima 41 pendaftar di hari pertama, sementara SDN 1 Lendah baru mendapat tiga calon siswa.