Musim Hujan Diprediksi Mundur, DPRD Bantul Siapkan Posko
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Ilustrasi, Prajurit TNI dibantu warga mengecat pos kamling dalam program TMMD ./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul, menyasar renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH). Program yang berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026 tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, mengatakan kegiatan TMMD kali ini meliputi pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik. Selain memperbaiki lima rumah warga, program tersebut menyasar pengerasan jalan sepanjang 200 meter, pengecoran beton sepanjang 290 meter, pembangunan talut sepanjang 800 meter, serta gorong-gorong.
“Kami libatkan personel berbagai unsur mulai dari TNI/Polri, Linmas, masyarakat dan perangkat kalurahan," ujarnya saat pembukaan TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari, Selasa (13/10/2026).
Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan sekaligus memperkuat kerja sama antara aparat dan masyarakat dalam meningkatkan kondisi lingkungan desa.
TMMD Bantul Perbaiki Akses Pertanian
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMKal) Bantul, Afif Umahatun, mengatakan program TMMD di Sendangsari diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memperbaiki akses antarpadukuhan yang menghubungkan kawasan pertanian.
Menurut Afif, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas warga. Perbaikan akses tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi hasil panen petani menuju pasar.
“Harapan kami tentu melalui kegiatan ini nanti masyarakat bisa semakin terbantu. Akses-akses yang selama ini kurang baik itu bisa lebih baik,” ujarnya.
Pembangunan jalan, talut, dan gorong-gorong menjadi bagian dari upaya meningkatkan dukungan infrastruktur bagi kegiatan masyarakat. Sementara itu, renovasi lima RTLH diarahkan untuk membantu warga yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal.
TMMD Reguler ke-130 tidak hanya menitikberatkan pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Personel TNI dan Polri, pemerintah kalurahan, Linmas, serta warga setempat dilibatkan dalam kegiatan pembangunan dan penyuluhan.
Penyuluhan Wawasan Kebangsaan hingga Moderasi Beragama
Selain kegiatan fisik, program TMMD di Sendangsari juga mencakup sejumlah kegiatan nonfisik. Materi penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, pengembangan kapasitas ekonomi, kesehatan, bahaya narkoba, serta moderasi beragama.
Yuniar mengatakan kegiatan nonfisik menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah.
"Intinya aspek kesejahteraan masyarakat dari sisi non fisik juga kami lakukan baik spiritual, kesehatan dan mental," katanya.
Afif menambahkan moderasi beragama menjadi salah satu materi yang mendapat penekanan dalam kegiatan penyuluhan kali ini. Menurutnya, pemahaman mengenai moderasi beragama diperlukan untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
"Melalui penyuluhan ini masyarakat kami harapkan memiliki pemahaman mengenai pentingnya sikap saling menghormati perbedaan dan menjaga kehidupan sosial yang harmonis," pungkas dia.
Melalui rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik tersebut, TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari diharapkan membantu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, memperbaiki akses transportasi warga, serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Program yang berlangsung hingga 11 November 2026 itu juga menjadi wadah kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah kalurahan, dan warga dalam mendukung pembangunan di wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5%-9,5% berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Kapolri Suyudi Ario Seto kembali mutasi pejabat Polri. Kombes Suhasto menggantikan Brigjen Ade Safri sebagai Dirtipideksus Bareskrim.
Telkom mempercepat program streamlining 50 entitas anak usaha untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.