Polda DIY Pulangkan 34 Orang Usai Kericuhan di Gedung DPRD DIY
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengendara sepeda motor yang diduga melempar benda ke mobil ambulans di Jalan Siliwangi, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, masih diburu polisi. Aksi tersebut menyebabkan pintu depan sebelah kiri ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI penyok.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/11/2026) malam sekitar pukul 19.58 WIB. Lokasinya berada di depan Kampus Universitas Aisyiyah (UNISA), Nogotirto, Gamping, Sleman.
Ps. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan ambulans yang menjadi sasaran pelemparan merupakan kendaraan jenis Suzuki APV. Saat kejadian, kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke garasi setelah mengantarkan pasien ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
Ambulans itu sudah tidak membawa pasien ketika melintas di Jalan Siliwangi. Namun, dalam perjalanan pulang, seorang pengendara sepeda motor diduga mengejar kendaraan tersebut dan melemparkan benda ke arahnya.
"Di tengah perjalanan, seorang pengendara sepeda motor laki-laki yang diduga mengenakan jaket ojek online sempat mengejar ambulans dan diduga melemparkan benda ke arah kendaraan tersebut," jelas Argo pada Kamis (5/11/2026) malam.
Akibat kejadian itu, bagian pintu depan sebelah kiri ambulans mengalami penyok. Polisi memperkirakan kerugian materiil yang dialami pemilik kendaraan mencapai Rp600.000.
Argo mengatakan identitas orang yang diduga melakukan pelemparan tersebut belum diketahui. Polisi baru memperoleh informasi bahwa terduga pelaku merupakan seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor.
Adapun jenis sepeda motor maupun identitas kendaraan yang digunakan masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum menyampaikan identitas terduga pelaku.
Polsek Gamping telah menerima pengaduan terkait kejadian tersebut. Petugas kemudian meminta keterangan dari pihak pengadu dan saksi untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu mengungkap peristiwa itu.
"Polsek Gamping telah menerima pengaduan, meminta keterangan pengadu dan saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku," terang Argo.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui identitas pengendara motor yang diduga melempar benda ke ambulans. Dengan demikian, polisi belum dapat memastikan siapa pelaku maupun latar belakang tindakannya.
Polresta Sleman mengingatkan masyarakat agar menjaga ketertiban saat beraktivitas di jalan. Warga juga diminta tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak kendaraan milik orang lain.
Polisi turut mengajak masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan kejadian di Jalan Siliwangi tersebut untuk memberikan informasi. Keterangan dari warga diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dan pengungkapan identitas terduga pelaku.
"Masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian," tutupnya.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Polsek Gamping masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan perusakan ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Robert Budi Hartono memimpin daftar orang terkaya Indonesia awal November 2026. Simak 10 nama dan sumber kekayaan para taipan.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Paspor hilang dikenai biaya beban Rp1 juta di luar biaya paspor baru. Simak syarat, prosedur, dan ketentuan penggantian paspor.
Belanda berencana memangkas 25.000 posisi PNS hingga 2035. AI, penyederhanaan aturan, dan efisiensi birokrasi menjadi bagian dari strategi.
KPK menyita Rp2 miliar dari BR dalam penyidikan dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023.