PENCURI TRUK DIBEKUK : Tersangka Mengaku Dipaksa

Sunartono
Sunartono Rabu, 07 Agustus 2013 12:10 WIB
PENCURI TRUK DIBEKUK : Tersangka Mengaku Dipaksa

Ilustrasi tindak anarkistis (JIBI/Solopos/Antara)

Harianjogja.com, SLEMAN - Pelaku pencurian truk pengangkut plastik yang berhasil ditangkap aparat Polres Sleman mengaku dipaksa seseorang untuk melakukan tindak kejahatan tersebut.

Saat ditemui di ruang penyidikan Reskrim Polres Sleman, tersangka Gupito,28, warga Tambakrejo, Tempel Sleman ini mengaku sempat melipat plat nopol truk.

"Untuk menghilangkan jejak agar tidak terlacak Polisi," katanya, Selasa (6/8/2013).

Pria kelahiran 1985 ini mengaku truk box itu akan dibawa ke tempat seseorang bernama Agung, yang juga pengepul rosok atau barang bekas di daerah Tempel, Sleman.

http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/07/pencuri-truk-dibekuk-bawa-lari-truk-kernet-dibekuk-di-jalanan-435724">Nekat membawa kabur truk milik perusahaan, kata dia, karena mendapatkan ancaman dari Agung tersebut. Bahkan jika tidak mau mencurikan truk, keluarganya diancam akan dibunuh oleh Agung.

"Saya diancam, dia ngomong, ndess kowe nek ra gelem golekke kendaraan sembarang wae ga popo, kowe sekeluargamu ta pateni, [kamu kalau tidak mau mencarikan truk, truk sembarangan tidak apa-apa, nanti keluargamu saya bunuh]" ucap Gupito.

Gupito, dibekuk jajaran Reskrim Polres Sleman, Selasa (5/8/2013). Tersangka yang juga kernet itu nekat membawa kabur truk box AB 9420 VB milik perusahaan plastik tempat ia bekerja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online