Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Harianjogja.com, JOGJA – Aksi pencurian terjadi di Toko Batik Kana di Jalan AM Sangaji No. 2, Jetis, Jogja, Selasa (28/1) siang. Aksi pencuri tergolong nekat karena beraksi di siang bolong dan lokasi berdekatan dengan pos polisi lalu lintas.
Akibat kejadian ini pemilik toko Eduardus Hardjadinata diperkirakan menderita kerugian mencapai Rp200 juta. Sejumlah barang yang digasak pencuri yang diperkirakan dua orang itu meliputi sejumlah perhiasan, laptop, tablet dan jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sekitar pukul 12.00 WIB Eduardus Hardjadinata, 44, pemilik toko keluar bersama istrinya untuk makan siang. Setelah selesai makan siang satu jam kemudian, keduanya kembali ke toko dan mendapati gembok pintu tercongkel.
Curiga dengan kondisi itu, korban masuk ke dalam dan sempat melihat pelaku mengacungkan senjata sambil lari ke lantai dua.
Melihat pelaku, korban ketakutan dan lari ke di pos polisi di Perempatan Tugu untuk melaporkan kejadian itu. Polisi yang tiba ke lokasi kejadian segera mencari pelaku. Meski dua jam memburu pelaku, polisi ttetap tak menemukan keberadaan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.