Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Desi Priharyana, siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta memilih menggunakan sepeda yang dilengkapai dengan kronjot (keranjang) sebagai sarana transportasi ke sekelolah dan berjualan slondok (makanan ringan dari ketela) seperti saat dijumpai di sekolahnya, Rabu (22/01/2013). Siswa kelas 10 jurusan Teknik Konstruksi Batu dan Beton (TKBB) itu tanpa rasa malu memulai berwirausaha sejak kelas 3 sekolah dasar, setiap bulannya ia memperoleh penghasilan bersih dari berjualan slondok sekitar
Harianjogja.com—Masih ingat kisah Desi “Slondok” Priharyana? Siswa kelas 10 SMKN 2 Jogja yang rela berjualan slondok demi membiayai sekolah. Dia kini mendapat beasiswa tiga tahun untuk mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) di Master Jogja.
http://images.harianjogja.com/2014/02/Desi-Slondok.jpg">http://images.harianjogja.com/2014/02/Desi-Slondok-236x320.jpg" width="236" height="320" />Kisah perjuangan Desi rupanya menggugah Direktur Master Jogja Arief Nur Wibawanto. Putra kedua mantan Walikota Jogja Herry Zudianto itupun memberikan apresiasi khusus kepada Desi. “Selama tiga tahun, Desi menjadi salah satu peserta didik dan mengikuti Bimbel di Master Jogja,” ujar Humas Master The Smart Future Jogja Erizal kepada harianjogja.com, Senin (3/2/2014).
Menurutnya, Desi mulai bergabung dengan Master sejak akhir Januari lalu. Selain tidak dipungut biaya apapun selama menjadi peserta bimbel hingga tiga tahun kedepan, Desi juga dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang terdapat di Master. Mulai perlengkapan kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi IT berupa multi media learning, LCD proyektor dan interaktif whiteboard beserta konten pendukungnya.
Tidak hanya itu, lembaga ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti café dan full wifi. “Sama seperti peserta bimbel lainnya, Desi juga dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang ada. Tidak ada maksud lain kecuali membantu Desi,” tegas Erizal.
Master didirikan untuk memberi kontribusi kepada dunia pendidikan. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan unik berbasis metode modern dengan multimedia learning. Selain mendedikasikan prestasi siswa berbasis teknologi dan humanity, Master juga menawarkan model pembelajaran up to date.
Bagaimana reaksi Desi ketika bergabung dengan Master? Desi rupanya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Di tengah kesibukannya bersekolah dan menjual slondok, Desi bersemangat mengikuti Bimbel di Master. Senin (3/2) kemarin misalnya, lewat akun twitternya @desi_slondok Desi berkicau kesibukannya di Master. “Les dulu di @bimbel_master pelajaran bahasa inggris. Untung slondoke dah habis,” kicau Desi.
Desi juga mengaku belum mendapatkan tawaran lain selain beasiswa studi di Master. “Belum [dapat tawaran lainnya]. Dulu pernah dapat [bantuan] dari sekolah tetapi [waktunya] sudah habis,” ujar Desi.
Sayang, Desi tidak menjawab apa yang dia harapkan terkait proses pendidikannya ke depan. Yang jelas, dari kisahnya menjual slondok Desi memang bukan tipe orang yang dikasihani. Sebaliknya, Desi gigih mencari rezeki untuk membiayai pendidikannya sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Polda Metro Jaya menetapkan empat tersangka kasus tantangan hafalan surat Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol di The Sound Project.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.