Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Lurah Pasar Argosari Joko Santoso menjelaskan ada sedikit permasalahan terkait dengan saluran pembuangan limbah di pasar. Namun, kejadiannya hanya sebuah rembesan, itupun tiap kali terjadi rembesan pertugas dengan cepat membersihkannya.
“Jangan dibesar-besarkan. Luapan itu tidak ada dan hanya berupa rembesan belaka,” terangnya, Selasa (13/4/2014).
Masalah mampetnya saluran limbah disebabkan karena struktur bangunan awal yang salah, yakni kemiringan dari saluran limbah yang kurang sehingga berdampak pada kurang lancarnya saluran.
Joko menyangkal apabila bau tidak sedap berasal dari rembesan saluran pembuangan limbah tetapi dari tempat sampah yang berada di samping pintu masuk pasar.
“Sembarang sampah kan dibuang ke situ [samping pintu masuk],” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.