Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Nasib nahas dialami Supriyadi, duda beranak satu asal Dusun Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, gara-gara pulang larut malam bersama anak di bawah umur nyaris menjadi bulan-bulanan massa.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi menceritakan, awalnya pelaku dengan korban, 14, pergi ke Pedan, Klaten untuk mencari pekerjaan. Namun, kepergian itu tanpa sepengetahuan orang tua korban. Akibatnya, kedua orang tuanya bingung mencari sambil bertanya-tanya ke tetangga tentang keberadaan korban.
"Kejadian ini membuat tetangga ikut mencari korban. Senin (19/5/2014) sekitar pukul 22.00 WIB, korban pulang diantar pelaku," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (20/5)
Menurut dia, kemarahan warga sempat tersulut karena pelaku berbelit-belit saat dimintai keterangan. Saat ditanya identitas, pelaku tak dapat menunjukkan. Terlebih lagi, di jok motor korban ditemukan sebuah clurit. Emosi warga akhirnya tersulut, tetapi situasi dapat diredam.
Dihadapan polisi, duda beranak satu ini mengaku telah mencabuli korban sebanyak 4 kali. Namun, saat pergi kemarin hanya jalan-jalan dan tidak melakukan hubungan badan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.