Pemotor Tewas Terperosok Jurang 7 Meter di Jalur Jogja-Wonosari
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Nasib nahas dialami Supriyadi, duda beranak satu asal Dusun Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, gara-gara pulang larut malam bersama anak di bawah umur nyaris menjadi bulan-bulanan massa.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi menceritakan, awalnya pelaku dengan korban, 14, pergi ke Pedan, Klaten untuk mencari pekerjaan. Namun, kepergian itu tanpa sepengetahuan orang tua korban. Akibatnya, kedua orang tuanya bingung mencari sambil bertanya-tanya ke tetangga tentang keberadaan korban.
"Kejadian ini membuat tetangga ikut mencari korban. Senin (19/5/2014) sekitar pukul 22.00 WIB, korban pulang diantar pelaku," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (20/5)
Menurut dia, kemarahan warga sempat tersulut karena pelaku berbelit-belit saat dimintai keterangan. Saat ditanya identitas, pelaku tak dapat menunjukkan. Terlebih lagi, di jok motor korban ditemukan sebuah clurit. Emosi warga akhirnya tersulut, tetapi situasi dapat diredam.
Dihadapan polisi, duda beranak satu ini mengaku telah mencabuli korban sebanyak 4 kali. Namun, saat pergi kemarin hanya jalan-jalan dan tidak melakukan hubungan badan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
Berapa lama baterai mobil listrik bertahan? Kenali degradasi baterai, pengaruh fast charging, suhu, dan cara menjaganya tetap sehat.
Google mengubah hasil pencarian di Eropa demi mematuhi DMA. Simak perubahan tampilan Search dan dampaknya bagi pengguna serta bisnis.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Catat laga melawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh serta jadwal final.
Daftar harga ban mobil September 2026 dari BF Goodrich, Bridgestone, Dunlop hingga Pirelli, mulai Rp489 ribuan per unit.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.