Minim Inovasi, Ketahanan Pangan dan Energi Memperihatinkan

Rabu, 04 Juni 2014 08:19 WIB
Minim Inovasi, Ketahanan Pangan dan Energi Memperihatinkan

KEBUN BIBIT DESA Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) "Melati" menyiram dan merawat beragam tanaman sayuran di Kebun Bibit Desa, di jagalan, Banguntapan, Bantul, DI. Yogyakarta, Selasa (13/08/2013). Melalui program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) binaan Badan Ketahanan Pangan Provinsi DIY itu warga masyarakat dapat belajar bercocok tanam secara organik mulai dari pembibitan hingga pengangan hama. Pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah ini dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pa

Harianjogja.com, BANTUL-Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang berhadapan dengan minimnya inovasi mengakibatkan ketahanan pangan dan energi di Indonesia memperihatinkan.

"Ketahanan pangan dan energi di Indonesia memang sangat memperihatinkan. Inovasi dalam penggunaan energi juga masih sangat kurang, terutama dalam hal inovasi hilir," ungkap Koordinator Kopertis Wilayah V, Bambang Supriyadi dalam 2nd Internasional Conference on Suinstanable Innovation (ICoSI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (3/5/2014).

Melalui konferensi ini, Bambang berharap didapatkan hasil-hasil penelitian sesuai kondisi kekinian Indonesia sehingga dapat seutuhnya bermanfaat.

Rektor UMY, Bambang Cipto mencontohkan, Tiongkok yang saat ini dapat memakmurkan negeri sendiri tanpa bantuan asing karena inovasi tersebut. Indonesia diyakininya dapat menerapkan hal serupa karena memiliki SDA dan sumber daya manusia (SDM) melimpah.

"Saya percaya jika kekayaan alam yang dimiliki bisa dikelola sendiri, maka Indonesia akan menjadi negara sejahtera dan maju. Bahkan bisa ikut menyejahterakan negara lain," terang dia.

Pada ICsSI ke-2, ada 14 negara yang bergabung seperti Indonesia, Taiwan, Malaysia, Singapura, Nigeria, Swedia, Mauritania, Belanda, Australia, Inggris, Filipina, India, Afganistan dan Jepang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online