PENATAAN MALIOBORO : Ngabean dan Abu Bakar Ali Bakal Miliki Parkir Portable Malioboro

Kamis, 05 Juni 2014 15:30 WIB
PENATAAN MALIOBORO : Ngabean dan Abu Bakar Ali Bakal Miliki Parkir Portable Malioboro

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah pekerja memasang pagar pembatas jalan di persimpangan sisi barat laut Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Pagar berbahan besi dengan tulisan Malioboro itu dapat dilipat seperti halnya pintu gerbang, kehadiran pagar baru itu menggantikan pagar pembatas jalan sebelumnya yang berwujud aksara jawa yang unik nan khas.

Harianjogja.com, JOGJA-Pertengahan Juni 2014, masa lelang pengadaan parkir portable Taman Parkir Ngabean bakal dilakukan. Menyusul, Taman Parkir Abu Bakar Ali juga akan memiliki fasilitas tersebut.

“Rencananya pertengahan Juni sudah memasuki masa lelang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (DPU- ESDM) DIY Rani Sjamsinarsi ketika ditanya perihal penataan Malioboro, di Kompleks Kepatihan, Rabu (4/6/2014).

Parkir semacam ini sudah diterapkan di Kompleks Rumah Sakti Cipto Mangunkusumo. Gedung parkir dengan 12 lantai itu tidak mirip gedung biasa karena lebih mirip sekumpulan rak dalam sehari. Namun parkir portable Ngabean itu cukup dibuat dengan dua tingkat dengan kapasitas 36 bus di lantai dasar dan 170 roda empat di lantai dua.  Anggaran pengadaan parkir portable dari APBD DIY dan Dana Keistimewaan.

“Dari APBD DIY sekitar Rp7 miliar,” ungkapnya. Ia tak mengingat sumber pendanaan dari Danais.

Dengan menggunakan dua sumber pendanaan tersebut, pengadaan parkir portable juga disiapkan di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Namun pengadaannya tidak dilakukan berbarengan dengan portable Ngabean, karena penataan parkir Ngabean menjadi satu program dengan penataan Alun-alun Utara. Di samping itu, saat ini, proses sosialisasi di Taman Parkir ABA baru berjalan.

“Paling cepat akhir tahun pelaksanaannya, kalau tidak cukup DED (detail engineering design) dulu,” ucapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh mengatakan sosialisasi penataan kawasan Malioboro ke berbagai komunitas dan elemen masyarakat, dari pengusaha toko, pedagang kaki lima (PKL), pemilik hotel, sampai juru parkir dilakukan terus menerus.

“Sudah tiga kali. Hasilnya akan kami laporkan ke Pemda DIY,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online