Harga Kebutuhan Pokok di Gunungkidul Tertinggi di DIY

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 20 Juni 2014 16:10 WIB
Harga Kebutuhan Pokok di Gunungkidul Tertinggi di DIY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Harga-harga kebutuhan pokok di Gunungkidul lebih mahal dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di wilayah DIY.

Pengaruh tingginya harga ini disebakan jarak tempuh pendistribusian barang. Akibatnya, dibutuhkan biaya lebih untuk mengirimkan barang-barang tersebut ke wilayah Gunungkidul.

Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Tri Mulyono mengakui bila harga-harga kebutuhan pokok di Gunungkidul lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Hal ini diungkapkannya, saat melakukan inspensi mendadak di Pasar Agrosari, Wonosari, Kamis (19/6/2014), jelang puasa yang tinggal menyisakan hitungan hari.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lainnya di Yogyakarta, Gunungkidul harga-harganya agak lebih tinggi,” katanya.

Dia mencontohkan, perbedaan harga terlihat dari komoditas cabai merah, bila di pasaran Bantul harganya dikisaran Rp9.000 per kilogram, maka komoditas yang sama di Gunungkidul harganya mencapai Rp13.000 per kilogram.

“Jarak menjadi kendala sendi. Akibatnya, distribusi pengiriman barang membutuhkan biaya lebih yang berdampak pada tingginya harga-harga,” ungkapnya.

Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pasar Argosari jelang bulan puasa mengalami kenaikan. Namun, kenaikan harga-harga terjadi sejak minggu lalu. Hal ini menyebabkan pantauan harga yang dilakukan tetap sama dan tidak berubah dibandingkan yang terjadi pada minggu lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online