Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Puluhan penumpang dan bus milik Polda DIY ditangkap di Mapolres Gunungkidul, Minggu (27/7/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-http://www.harianjogja.com/baca/2014/07/28/konflik-pindul-kubu-atik-damayanti-tarik-retribusi-paksa-di-gua-pindul-522521">Dalam razia yang digelar Minggu (27/7/2014) untuk menghindari konflik Pindul meluas, Polres Gunungkidul tidak hanya mengamankan sebuah mobil Avanza putih bernomor polisi R 9175 WB, senjata softgun dan pisau lipat, melainkan juga dua unit bus mili Dit Shabara dan Polair Polda DIY.
Awalnya, petugas tidak menaruh curiga dan membiarkan dua kendaraan itu melintas. Anehnya, kendaraan tersebut menuju ke lokasi wisata Gua Pindul. Polisi akhirnya melakukan pengejaran dua bus yang penuh dengan penumpang tersebut. Sesampai di Pindul, polisi menemukan orang-orang suruhan Atiek Damayanti, lengkap dengan spanduk yang akan dipasang.
Hal ini membuat kaget jajaran Polres Gunungkidul. Pasalnya,kendaraan dinas dapat digunakan untuk hal yang tak sewajarnya. Untuk itu, sebelum dibawa ke Mapolres, seluruh penumpang digeledah petugas. Pengeledahan ini langsung dipimpin Wakapolres Gunungkidul, Kompol Irwan Setiawan.
Hasilnya, tidak diketemukan hal-hal yang mencurigakan, karena seluruh penumpang yang menggunakan pakaian serba hitam itu tidak ditemukan benda berbahaya. Namun, dalam salah satu bus diketemukan sebuah baliho besar terkait penarikan retribusi sebesar Rp20.000 per pengunjung.
Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol Suraji mengatakan, razia dilakukan untuk mengurangi konflik yang lebih luas. Pasalnya, ada informasi yang mengatakan puluhan orang akan melakukan penarikan retribusi paksa di Gua Pindul. Hasilnya, dua bus milik polda DIY dan sebuah mobil berhasil diamankan.
“Kami tidak mau ada perselisihan lebih luas antara kelompok tersebut dengan pengelola wisata. Jadi, kami melakukan razia pagi ini,” katanya, kepada Harianjogja.com, Minggu (27/7/2014).
Terkait temuan dari operasi tersebut, pihaknya tengah menangani. Untuk penemuan senjata tajam dan softgun ditangani Satreskrim Gunungkidul, sementara untuk puluhan orang yang ada di dalam bus, dilakukan pendataan.
“Dari hasil pemeriksaan terkait kepemilikan softgun jenis revolver ini, ternyata ada izinnya. Namun, saat ini masih terus dalam pengembangan,” katanya.
Suraji menambahkan pemeriksaaan tidak hanya dilakukan terhadap puluhan orang tersebut. Tetapi, polisi juga mendalami kaitan penggunaan dua bus milik Polda DIY dalam kegiatan tersebut. Untuk itu, Suraji mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait adanya dua bus milik polda. Menurut dia, kendaraan milik polisi bisa dipinjamkan, namun peminjaman hanya sebatas untuk pelayanan. Namun, untuk kasus ini, dia menegaskan polisi masih melakukan pendalaman, apakah bus-bus tersebut keluar dengan izin atau tidak.
“Intinya, pemerikasaan dilakukan untuk mengetahui kenapa kendaraan-kendaraan itu bisa sampai keluar, terus maksud menggunakannya untuk apa. Itulah yang masih didalami hingga sekarang,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.