Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Dua orang pekerja sedang membersihkan belalang-belalang hidup sebelum digoreng. Penganan belalang goreng merupakan salah satu produk unggulan di Kabupaten Gunungkidul. Jumat (1/8/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dahulu walang dianggap sebagai hama yang mengganggu tanaman warga, kini belalang menjadi binatang yang diburu. Pasalnya, hewan yang masuk dalam keluarga serangga ini menjadi salah satu komoditas penganan unggulan di Gunungkidul. Pada libur lebaran 2014, setidaknya 2 ton belalang habis terjual.
Subagyo mengatakan sebelum memilih berwiraswasta, ia bekerja sebagai sopir minibus Semin-Wonosari. Pada tahun 1998, ia banting setir dan menjadi pengusaha belalang goreng. Awalnya, kata dia, sulit mempromosikan makanan ini. Saat ini, situasi berbalik 360 derajat. Pembeli rela antri dan berebut untuk membeli belalang goreng. Malahan, saat ini belalang goreng dijadikan penganan khas di Gunungkidul selain gatot dan thiwul.
Bahkan, kata dia, selama puasa sampai lebaran tahun ini usaha rumahan miliknya menghabiskan 2 ton belalang. Rumah produksi belalang goreng di Desa Selang, Kecamatan Wonosari ini pun kehabisan persedian. Pasalnya, belalang-belalang itu sudah habis disetorkan ke toko-toko penganan di Gunungkidul.
“Kalau ada tinggal sedikit, karena semua sudah disetorkan ke toko-toko langganan untuk persediaan oleh-oleh bagi para pemudik,” katanya.
Sebagai variasi, ayah tiga anak ini menyediakan tiga macam rasa belalang goreng yakni original, pedas dan rasa manis. Laki-laki kelahiran 2 Mei 1960 ini membandrol tiap toples belelang seharga Rp25.000 hingga Rp30.000.
Gareng pun hanya tersenyum saat disinggung mengenai omzet penjualan belalang goreng tiap bulannya. Meski tidak mau berterus terang, dari usaha
ini dia mengaku bisa menyekolahkan anak-anaknya, atau membeli perkarangan dan membangun rumah sendiri.
“Pokoknya ada, yang jelas segala urusan dan kebutuhan kami bergantung dari berjualan belalang goreng,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.