Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Komposisi fraksi di DPRD Gunungkidul telah terbentuk. Tak beda jauh dari prediksi awal, Jumlah fraksi yang ada sama persis dengan jumlah fraksi anggota DPRD Gunungkidul 2009-2014 yang terdiri dari tujuh fraksi.
Ketua Sementara DPRD Gunungkidul Suharno mengakui bila ketujuh pimpinan fraksi telah terbentuk. Hal ini juga telah disampaikan dalam rapat terbatas DPRD Gunungkidul pada Selasa (19/8/2014). Menurutnya, dari rapat tersebut telah disepakati bila ketujuh fraksi telah terbentuk lengkap dengan pimpinannya.
“Rencananya besok (hari ini) pembentukan fraksi akan diumumkan dalam rapat dengan seluruh anggota DPRD Gunungkidul,” katanya kepada, Selasa (19/8/2014).
Suharno menjelaskan, terbentuknya fraksi-fraksi ini semakin meringankan tugas pimpinan sementara DPRD Gunungkidul. Pasalnya, setelah fraksi-fraksi terbentuk, maka tugas pimpinan sementara tinggal memfasilitasi pembentukan tata tertib (tatib) dan pembentukan pimpinan definitif DPRD.
“Setelah ini, paling cepat yang dilaksanakan adalah pembentukan tatib, apalagi draf pembahasan akan dilakukan oleh masing-masing fraksi,” ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, ketujuh fraksi di DPRD Gunungkidul yakni Fraksi PDIP diketuai Demas Kursiswanto, Fraksi PAN diketuai Heri Kriswanto, Fraksi Golkar diketuai Marsiyono, Fraksi Gerindra dikomandoi Ngadiyono, Fraksi PKS dipimpin Imam Taufik, Fraksi Demokrat diketuai oleh Eko Rustanto, serta Fraksi Handayani menunjuk Sutiyo sebagai pimpinannya.
“Semua surat sudah masuk lengkap dengan siapa pimpinan fraksinya. Kami tinggal mengumumkannya,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Indonesia mendorong standar global AI yang fleksibel dan inklusif agar tidak membebani UMKM di negara berkembang.
Kasus DBD di Bantul turun drastis jadi 35 kasus tanpa kematian. Warga diminta waspada ISPA, influenza, dan iritasi mata.
DFC melihat peluang investasi di Indonesia, mulai dari energi nuklir hingga infrastruktur dan jasa keuangan.
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Sales Town Hall 2026 menjadi momentum untuk membangkitkan semangat para tenaga penjualan agar terus menciptakan prestasi yang lebih tinggi