63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Akibat kekeringan yang terjadi, Warga Ngangkruk memanfaatkan air seadanya. sementara untuk kebutuhan air bersih warga harus berjalan sejauh 2 kilometer. Selasa (26/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Desa Songbanyu Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul, Junardi mengatakan, hampir tiap tahun wilayah di pesisir Gunungkidul itu kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Tak jarang, guna mencukupi kebutuhan air, warga sering membeli dari truk-truk pengangkut air.
“Di sini sebenarnya ada sumur bor [Dusun Putatngesik], tapi airnya tidak bagus karena rasanya asin,” jelasnya, Minggu (7/9/2014).
Dia mengakui bila di wilayah Songbanyu tedapat instalasi air milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di sekitar Pantai Sadeng. Hanya, air yang dihasilkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga.
“Tidak bisa dinaikkan sehingga air hanya bisa mencukupi warga sekitar. Selain mengandalkan penyaluran air dari pemerintah, tak jarang warga membeli air secara swadaya,” tegas dia.
Sedangkan Kepala Desa Karangawen, Ngaliran mengatakan untuk mendapatkan air bersih warga harus menunggu antrean, karena permintaan tidak bisa langsung dipenuhi.
“Saya sudah menunggu kiriman air selama seminggu. Tapi, sampai saat ini belum ada kiriman juga,” katanya kemarin.
Ngaliran mengaku, air kiriman pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tiap harinya. Untuk itu, banyak warga yang membeli air secara swadaya. Harganya, lanjut dia, juga bervariasi, tergantung jarak dari mana air tersebut didatangkan.
“Saya sempat mendapatkan pasokan air dari Sadeng dengan harga Rp100.000 per tangki. Tapi, bagi warga yang mengambil air dari Praci, harganya bisa mencapai Rp150.000 untuk sekali pengiriman,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes dibekap cedera tumit bersama Sassuolo. Publik cemas jelang laga FIFA Matchday kontra Oman & Mozambik.
Mobil susah distarter bisa disebabkan aki, starter, hingga bahan bakar. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.