Tiap Tahun, Pesisir Gunungkidul Kesulitan Air Bersih

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 09 September 2014 04:20 WIB
Tiap Tahun, Pesisir Gunungkidul Kesulitan Air Bersih

Akibat kekeringan yang terjadi, Warga Ngangkruk memanfaatkan air seadanya. sementara untuk kebutuhan air bersih warga harus berjalan sejauh 2 kilometer. Selasa (26/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Desa Songbanyu Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul, Junardi mengatakan, hampir tiap tahun wilayah di pesisir Gunungkidul itu kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Tak jarang, guna mencukupi kebutuhan air, warga sering membeli dari truk-truk pengangkut air.

“Di sini sebenarnya ada sumur bor [Dusun Putatngesik], tapi airnya tidak bagus karena rasanya asin,” jelasnya, Minggu (7/9/2014).

Dia mengakui bila di wilayah Songbanyu tedapat instalasi air milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di sekitar Pantai Sadeng. Hanya, air yang dihasilkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga.

“Tidak bisa dinaikkan sehingga air hanya bisa mencukupi warga sekitar. Selain mengandalkan penyaluran air dari pemerintah, tak jarang warga membeli air secara swadaya,” tegas dia.

Sedangkan Kepala Desa Karangawen, Ngaliran mengatakan untuk mendapatkan air bersih warga harus menunggu antrean, karena permintaan tidak bisa langsung dipenuhi.

“Saya sudah menunggu kiriman air selama seminggu. Tapi, sampai saat ini belum ada kiriman juga,” katanya kemarin.

Ngaliran mengaku, air kiriman pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tiap harinya. Untuk itu, banyak warga yang membeli air secara swadaya. Harganya, lanjut dia, juga bervariasi, tergantung jarak dari mana air tersebut didatangkan.

“Saya sempat mendapatkan pasokan air dari Sadeng dengan harga Rp100.000 per tangki. Tapi, bagi warga yang mengambil air dari Praci, harganya bisa mencapai Rp150.000 untuk sekali pengiriman,” ungkap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online