Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Akibat kekeringan yang terjadi, Warga Ngangkruk memanfaatkan air seadanya. sementara untuk kebutuhan air bersih warga harus berjalan sejauh 2 kilometer. Selasa (26/8/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Desa Songbanyu Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul, Junardi mengatakan, hampir tiap tahun wilayah di pesisir Gunungkidul itu kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Tak jarang, guna mencukupi kebutuhan air, warga sering membeli dari truk-truk pengangkut air.
“Di sini sebenarnya ada sumur bor [Dusun Putatngesik], tapi airnya tidak bagus karena rasanya asin,” jelasnya, Minggu (7/9/2014).
Dia mengakui bila di wilayah Songbanyu tedapat instalasi air milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di sekitar Pantai Sadeng. Hanya, air yang dihasilkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga.
“Tidak bisa dinaikkan sehingga air hanya bisa mencukupi warga sekitar. Selain mengandalkan penyaluran air dari pemerintah, tak jarang warga membeli air secara swadaya,” tegas dia.
Sedangkan Kepala Desa Karangawen, Ngaliran mengatakan untuk mendapatkan air bersih warga harus menunggu antrean, karena permintaan tidak bisa langsung dipenuhi.
“Saya sudah menunggu kiriman air selama seminggu. Tapi, sampai saat ini belum ada kiriman juga,” katanya kemarin.
Ngaliran mengaku, air kiriman pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tiap harinya. Untuk itu, banyak warga yang membeli air secara swadaya. Harganya, lanjut dia, juga bervariasi, tergantung jarak dari mana air tersebut didatangkan.
“Saya sempat mendapatkan pasokan air dari Sadeng dengan harga Rp100.000 per tangki. Tapi, bagi warga yang mengambil air dari Praci, harganya bisa mencapai Rp150.000 untuk sekali pengiriman,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.