Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Dwijo Sumarto (tengah, berkacamata) saat memimpin pembukaan Cupu Panjala di Dusun Mendak, Girisekar, Panggang. Selasa (23/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebagai pemangku adat, Dwijo Sumarto mengaku senang dan bangga, karena dapat melestarikan budaya nenek moyang. Lalaki berusia 72 tahun itu merawat tradisi Cupu Panjala secara tekun selama 27 tahun.
Mangsa kapapat (musim keempat) dalam kalender Jawa menjadi masa paling sibuk bagi Dwijo Sumarto. Sebab, dia harus menyiapkan segala sesuatu untuk kelancaran pembukaan Cupu Panjala. Hal yang sama juga dia lakoni pada awal pekan lalu. Cupu Panjala dibuka pada Selasa (23/9/2014) dini hari dan sejak Senin (22/9/2014) sore, Dwijo terus duduk di depan ruang penyimpanan cupu di rumahnya, Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul.
Kepada tamu yang datang, dia selalu bertanya nama dan maksud tujuan datang ke tempat itu. Selanjutnya, Dwijo mulai membakar kemenyan di tungku pembakaran yang berada di depan ruang penyimpanan cupu. Bersamaan dengan proses membakar kemenyan, Dwijo membantu peziarah berdoa supaya keinginannya segera dikabulkan.
“Saya hanya membantu. Sebab, maksud dan keinginan yang diinginkan, segala sesuatunya bergantung pada ketulusan pemohon,” kata Dwijo.
Mandat sebagai pemangku adat Cupu Panjolo dijalani sejak puluhan tahun lalu lalu. Tepatnya, saat dirinya menggantikan ayah mertuanya Rono Prawiro, sebagai pemegang cupu-cupu itu. Awalnya, Dwijo tidak menyangka mendapatkan amanah tersebut. Terlebih lagi, dirinya bukan keturunan langsung. Lewat berbagai pergolakan batin, termasuk menafsirkan mimpi-mimpi yang dia alami, Dwijo akhirnya menerima amanat tersebut.
“Dalam sebuah mimpi, saya bisa begitu dekat dan menjalin hubungan yang sangat baik dengan keponakan. Padahal, kenyataannya
hubungan kami kurang begitu dekat. Jadi, saya menyimpulkan mimpi tersebut sebagai sebuah pertanda agar saya merawat cupu-cupu
itu,” kata dia.
Dwijo mengaku selama dua tahun sejak dia diberi mandat menjadi pemangku adat, pembukaan Cupu Panjala masih dipegang Rono Prawiro. Tugas Dwijo masih tetap sama seperti ahli waris lainnya, yakni membantu ayah mertuannya dalam proses pembukaan kain kafan yang membungkus cupu-cupu itu.
“Saya baru benar-benar memimpin tradisi itu pada 1987 lalu. Namun, dalam pelaksanaannya saya tetap dibantu ahli waris lainnya,” ungkap dia.
Sebagai pemimpin upacara adat, Dwijo mengaku rutin berpuasa sebelum prosesi digelar. Tujuannya, untuk fokus memberikan pelayanan kepada tamu-tamu yang datang.
Dwijo menambahkan seusai tradisi pembukaan, cupu-cupu itu akan diberi kafan dan dikembalikan ke tempat semula. Selama setahun, Cupu Panjolo disimpan dan tak boleh ada orang yang masuk ke ruangan penyimpanan. Hanya sesekali,Dwijo masuk untuk membersihkan ruangan. Meski demikian, dia mengaku tidak menyentuh barang yang dianggap sakral tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Malam SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM serta layanan PKB tahunan.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di SCH, MPP, dan SIMMADE beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.