Inflasi Agustus Gunungkidul Tertinggi se-DIY, Ini Pemicunya
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Ilustrasi Pilkada Langsung (JIBI/Dok)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penetapan Pemilihan Kepala Daerah di DPRD ternyata tak menghalangi sejumlah partai untuk melakukan penjaringan bakal calon bupati Gunungkidul.
Partai-partai mulai melakukan penjajakan untuk mendapatkan pasangan yang akan diusung dalam Pilkada 2015.
Ketua DPD PAN Gunungkidul Dodi Wijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan konsultasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Pusat PAN terkait mekanisme pencalonan pimpinan daerah, terkait apakah nantinya mekanisme yang digunakan masih sama dengan pemilihan sebelumnya atau mengalami perubahan.
“Sampai saat ini, surat yang kami kirim belum ada balasan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, surat baru akan dibalas usai pengesahaan RUU Pilkada. Namun, yang jelas, secara persyaratan kami bisa mengusung calon sendiri,” kata Dodi, saat ditemui di Gedung DPRD Gunungkidul, Senin (29/9/2014).
Dia menjelaskan, meski surat balasan belum diperoleh, DPD PAN tetap merencanakan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Rencanannya, penjaringan akan dilakukan pada Oktober nanti.
“Kami belum tahu mekanismenya seperti apa? Sebab, kami masih menunggu surat balasan dari DPP,” tegasnya.
Dodi menambahkan, proses penjaringan bakal calon akan melalui proses pendaftaran. Kemudian, calon-calon yang masuk harus melalui proses fit and propertest.
“Siapa yang berminat harus melalui pendaftaran dan proses tes. Nantinya, calon yang terbaik akan kami usung dalam pilkada mendatang,” lugasnya.
Hal yang sama juga dilakukan partai Gerindra. Sebab mereka juga telah melakukan pendekatan politik menghadapi Pilkada 2015.
Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, partainya sudah melakukan pembicaraan politik dengan sejumlah partai. Sebab, mengacu aturan yang ada, partai tersebut belum bisa mengusung calon secara mandiri.
“Kekurangannya bisa diambilkan satu dari PKS, Golkar atau PAN. Tapi, kami siap mengajukan bakal calon sendiri,” selorohnya.
Ngadiyono menegaskan, jika partainya siap bertarung dalam pilkada mendatang. Hanya, untuk mewujudkan hal itu, mereka membutuhkan koalisi dengan partai yang lain. “Komunikasi itu jalan, tapi kami percaya bisa memenuhi persyaratan untuk maju dalam pertarungan tersebut,” kata dia lagi.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Budi Utama masih mengaku kecewa dengan keputusan pengesahan RUU Pilkada. Sebab, dalam undang-undang itu mengatur bila pemilihan kepala daerah dilaksakan di DPRD.
“Dampaknya, kami harus kembali memutar otak. Sebab, secara matematis kami akan kalah bersaing dengan Koalisi Merah Putih, karena jumlah wakilnya lebih banyak dari kami,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kapal yang masuk kawasan tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.