Pemkab Gunungkidul Yakin Target PAD Wisata Rp36 Miliar Dikejar Juni
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo memiliki tradisi unik untuk mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Maha Esa. Tiap tahun mereka menggelar acara bersih desa yang dikemas dalam tradisi Cing Cing Goling. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com David Kurniawan.
Mungkin bagi masyarakat, cerita tentang Cing Cing Goling merupakan hal biasa dan hapalan di luar kepala. Sebab, cerita tersebut sudah diturunkan leluhur mereka sejak dahulu kala.
Namun, saat ditanya tentang asal usul Desa Gedangrejo, masyarakat sekitar belum ada yang tahu. Umumnya, mereka menjawab apabila nama itu sudah ada sejak dulu. Kepala Desa Gedangrejo Suprapto pun mengaku tidak mengetahui asal usul desa, karena sejak lahir nama itu sudah ada.
“Saya kurang tahu, karena sejak dulu sudah ada nama Gedangrejo,” kata dia kepada Harianjogja.com, Jumat (10/10/2014).
Suprapto menjelaskan saat ini pihak desa sedang mencoba menyusun sejarah asal usul desa. Hanya, proses tersebut tidaklah mudah karena membutuhkan waktu yang relatif lama.
Namun, dia menyarakan untuk menemui salah satu sesepuh desa, yakni Rejo Tamsi. Suprapto berpendapat, dia tahu banyak tentang seluk beluk desa.
“Mbah Rejo mungkin tahu banyak, karena ia salah seorang yang dituakan. Untuk saat ini, saya mohon maaf belum bisa memberikan informasi yang diharapkan,” ungkap dia.
Sementara itu, saat menemui Rejo Tamsi, 90, ada gambaran tentang asal usul Gedangrejo. Menurut dia, awalnya nama desa bukan Gedangrejo, tapi hanya Gedangan. Namun, sejak 1950-an nama desa diubah dan dikenal hingga saat ini dengan nama Gedangrejo.
“Awalnya hanya Gedangan saja. Tapi, saat masa kemerdekaan nama diubah menjadi Gedangrejo,” kata Mbah Rejo.
Dia bercerita, asal usul Gedangan erat kaitannya dengan pelarian prajurit Majapahit. Kisah itu sendiri diabadikan dengan pelaksanaan tradisi Cing Cing Goling.
Ada beberapa versi terkait tokoh dalam tradisi tersebut. Sebagian masyarakat menyebut tokoh utama adalah Wisang Sanjaya dan istri dengan dibantu Ki Tropoyo.
Sedang menurut versi Mbah Rejo, tokoh tersebut adalah Pisang Sanjaya beserta istri dan dibantu Ki Tropoyo.
Dia menegaskan tokoh utama cerita tersebut adalah Pisang Sanjaya. Sebab, nama desa juga diambil dari tokoh pelarian itu. Hanya, untuk lebih merakyatkan, maka dipakai kata gedang.
“Dalam susunan bahasa Jawa itu sama. Pisang untuk sebutan dengan krama inggil, sedangkan gedang sebutan untuk ngaka. Jadi, sebenarnya sama. Tapi, agar lebih merakyat digunakanlah kata gedang,” ungkap dia.
Mbah Rejo menjelaskan, penamaan desa tidak lepas dari jasa-jasa prajurit Majapahit yang memakmurkan wilayah.
“Dulu di sini baru ada tiga rumah. Namun, saat mereka datang dan membangun bendungan, tanah sekitar menjadi subur. Dampaknya, banyak warga yang tinggal dan sepakat untuk membuat desa,” tutur lelaki berusia 90 tahun itu.
Menurut dia, peninggalan Pisang Sanjaya masih dapat terlihat sampai sekarang. Selain tradisi Cing Cing Goling yang diperingati tiap tahun, juga ada bendungan untuk irigasi.
“Hingga saat ini kedua makam pasangan suami istri itu juga masih ada. Letaknya, juga tidak jauh dari bendungan tersebut, hanya kurang lebih satu kilometer,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.