JAJANAN BERBAHAYA : Tips Hindari Panganan Berbahaya

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 14 Oktober 2014 11:20 WIB
JAJANAN BERBAHAYA : Tips Hindari Panganan Berbahaya

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) DIY menguji sejumlah makanan untuk diteliti kandungan zat berbahaya saat digelar razia jajanan berbuka puasa di pasar tiban Lembah UGM, Sleman (1/8). Petugas menemukan sejumlah zat berbahaya pada sejumlah makanan maupun minuman.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium Dinkes Gunungkidul Nila Batika mengatakan jajanan yang mengandung bahan berbahaya dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, dapat terkena diare dan kanker untuk konsumsi jangka panjang.

“Ada baiknya orang tua atau pun pihak sekolah memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya makanan atan panganan
yang terjamin kesehatannya,” ungkap dia.

Menurut dia, jajanan yang mengandung bahan berbahaya dapat dibedakan secara kasat mata. Biasanya, makanan itu memiliki warna yang mencolok. Selain itu, tekstur makanan juga lebih kenyal.

“Secara penganan yang menggunakan bahan berbahaya lebih menarik. Misalnya dawet, kalau warnanya mencolok dan lebih kenyal, patut dicurigai, karena bisa saja mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.

Sekretraris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, pihaknya terus bekerjasama dengan BPOM DIY dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Namun, nyatanya dari uji petik yang dilakukan masih ditemukan produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Saat ada temuan di lapangan, kami langsung menindaklanjutinya,” kata Bahron, saat dihubungi, kemarin.

Dia secara khusus mengimbau sekolah melakukan pengawasan terhadap jajanan murid-murid di sekolah. Bahron berpendapat, jika memang ditemukan makanan berbahaya, pihak sekolah harus mengambil tindakan tegas.

“Pengawasannya harus lebih diperketat lagi. Kalau tidak, sekolah harus menyediakan tempat jualan yang representatif, sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan mudah,” imbau mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online