Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) DIY menguji sejumlah makanan untuk diteliti kandungan zat berbahaya saat digelar razia jajanan berbuka puasa di pasar tiban Lembah UGM, Sleman (1/8). Petugas menemukan sejumlah zat berbahaya pada sejumlah makanan maupun minuman.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium Dinkes Gunungkidul Nila Batika mengatakan jajanan yang mengandung bahan berbahaya dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, dapat terkena diare dan kanker untuk konsumsi jangka panjang.
“Ada baiknya orang tua atau pun pihak sekolah memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya makanan atan panganan
yang terjamin kesehatannya,” ungkap dia.
Menurut dia, jajanan yang mengandung bahan berbahaya dapat dibedakan secara kasat mata. Biasanya, makanan itu memiliki warna yang mencolok. Selain itu, tekstur makanan juga lebih kenyal.
“Secara penganan yang menggunakan bahan berbahaya lebih menarik. Misalnya dawet, kalau warnanya mencolok dan lebih kenyal, patut dicurigai, karena bisa saja mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.
Sekretraris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, pihaknya terus bekerjasama dengan BPOM DIY dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi siswa sekolah. Namun, nyatanya dari uji petik yang dilakukan masih ditemukan produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.
“Saat ada temuan di lapangan, kami langsung menindaklanjutinya,” kata Bahron, saat dihubungi, kemarin.
Dia secara khusus mengimbau sekolah melakukan pengawasan terhadap jajanan murid-murid di sekolah. Bahron berpendapat, jika memang ditemukan makanan berbahaya, pihak sekolah harus mengambil tindakan tegas.
“Pengawasannya harus lebih diperketat lagi. Kalau tidak, sekolah harus menyediakan tempat jualan yang representatif, sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan mudah,” imbau mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.
Badan Gizi Nasional (BGN) ingatkan masyarakat waspada penipuan pendaftaran SPPG. Pendaftaran hanya melalui portal resmi, BGN tidak pakai perantara.
DPRD Kota Jogja akan memverifikasi langsung program Pemkot Jogja terkait sampah, Malioboro, hingga pengawasan rumah kost.
Google Health 5.0 wajib di-update bagi pengguna Fitbit. Simak ulasan mengenai fitur baru, masalah AI Gemini, hingga hilangnya fitur komunitas di sini.
Miley Cyrus jadi artis kelahiran 90-an pertama yang meraih bintang di Hollywood Walk of Fame. Simak pidato haru dan pesan mendalam sang penyanyi di sini.