Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
BERMAIN AIR-Anak-anak bermain air saat banjir merendam sejumlah rumah di Sewu, Solo, Rabu (22/2). Hujan deras yang melanda wilayah Soloraya pada Selasa (21/2) malam hingga Rabu (22/2) pagi, membuat tinggi permukaan air di Bengawan Solo mengalami kenaikan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Polsek Wonosari Kompol Kuswanto mengatakan kejadian tersebut murni kecelekaan. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara tak ditemukan luka bekas penganiayaan.
“Kemungkinan saat bermain di sekitar kolam, bocah itu terpeleset dan tercebur ke dalam. Apalagi, di sekitar kolam juga tidak ada pagar pengaman,” kata Kuswanto saat dihubungi, kemarin.
Dia mengimbau kepada orangtua untuk terus mengawasi anak-anaknya. Kejadian yang menimpa keluarga Martono harus dijadikan pembelajaran bersama, sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi lagi.
“Jangan sampai lalai dan harus terus diawasi. Sebab, sedikit saja lengah, akibatnya bisa fatal,” imbau dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Sisa roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam Bulan dekat Kawah Einstein. NASA dan ilmuwan dunia kini memburu kawah baru yang terbentuk untuk kepentingan peneliti
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
Gol Federico Dimarco dibalas penalti Christopher Nkunku. Derby AC Milan vs Inter Milan di Australia berakhir 1-1. Simak jalannya pertandingan.
Update Android tak bikin data hilang. Tapi tetap backup foto-video, pastikan baterai cukup, dan pakai WiFi stabil agar proses berjalan mulus.
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap