Anggota DPRD Gunungkidul Masuk Desil 5 DTSEN, Ini Penjelasannya
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Produksi pisang Gunungkidul dinilai belum digarap maksimal dan hanya dikelola dengan seadanya.
Padahal, pisang bisa menjadi produk unggulan Gunungkidul jika ditanam dengan benar.
Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul, tahun lalu produksi pisang mencapai 378.467 buah, atau seberat 1351,9 ton.
Kondisi ini jauh berbeda dengan komoditas ubi kayu. Sebab, pada tahun yang sama produksinya hampir mencapai satu juta ton.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Azman Latif mengakui, pisang belum masuk dalam produk unggulan. Pasalnya, komoditas ini masih kalah dengan pruduk lain seperti ubi kayu, cabai maupun bawang.
“Masyarakat masih mengangap pisang sebagai produk sampingan,” kata Azman saat ditemui di sela-sela Kontes Pisang Kepok Kuning di area Kantor Dinas TPH, Selasa (9/12/2014).
Dia menjelasakan, selama ini budidaya tanaman pisang masih dilakukan secara serabutan dan belum tertata dengan baik.
“Kalau itu dibenahi, saya percaya hasil bisa lebih besar lagi dan tidak hanya sebatas 1.351,9 ton pisang per tahun,” sebut dia.
Mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan itu menambahkan, pisang bisa menjadi salah satu produk unggulan. Selain tanaman itu mudah dipelihara, luas lahan bisa menjadi modal utama untuk menjadikan Gunungkidul sentra penghasil pisang di DIY.
“Dari sisi pemasaran juga mudah, tinggal dibawa ke pasar pasti laku. Harga juga relatif stabil,” katanya.
Salah satu upaya meningkatkan produktivitas pisang di Gunungkidul adalah digelar Kontes Pisang Kepok Kuning, kemarin.
“Harapannya, dari kegiatan tersebut bisa meningkatkan kesadaran warga untuk menanam pisang,” kata Ketua Panitia Kontes Yuni Hartini.
Menurut dia, pisang tidak melulu disajikan sebagai buah. Sebab, pisang dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti tepung, roti, makanan bayi, ceriping atau pun keripik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.