Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Cabai rawit naik harga, melambung hingga Rp120.000 per kilogram, namun beberapa waktu terakhir turun.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Harga cabai rawit di Gunungkidul sempat melambung hingga Rp120.000 per kilogram.
Deni, salah satu pedagang di Pasar Argosari Wonosari mengatakan komoditas cabai menjadi kebutuhan yang terlihat menurun dengan signifikan. Pasalnya, beberapa hari lalu cabai rawit sempat menembus Rp120.000 per kilogram.
“Sejak lima hari yang lalu sudah turun. Rata-rata kami menjual Rp100.000 per kilogram. Sedang untuk cabai merah keriting dipasarkan Rp80.000 per kg,” ungkapnya, Minggu (4/1/2015).
Menurut Deni, fluktuasi harga cabai tidak ada kaitanya dengan BBM. Naik turunnya harga lebih dikarenakan jumlah pasokan di pasaran yang minim. “Semua petani beralih menanam padi, sehingga panen cabai yang dihasilkan sedikit,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Data PISA 2025 menunjukkan 53% pelajar Indonesia menggunakan chatbot AI untuk membantu belajar setidaknya sekali dalam sepekan.
Harga minyak dunia menembus US$100 per barel. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tetap dan pemerintah siap menambah anggaran subsidi.
DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot mengembangkan kampung wisata dengan pemetaan potensi, penyelesaian masalah, dan promosi berkala.
Kapolri Listyo Sigit meminta pengusaha melapor jika menemukan premanisme dan pungli yang mengganggu usaha serta iklim investasi Indonesia.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di babak grup.