9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
DPRD Gunungkidul mencatat kinerja mereka pada tahun 2014 menjadi yang terburuk dalam lima tahun terkahir
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kinerja anggota DPRD Gunungkidul di 2014 merupakan yang terburuk dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pemilihan legislatif dan molornya pembentukan alat kelengkapan menjadi pemicu menurunnya peraturan yang dihasilkan.
Berdasarkan data Sekretariat DPRD Gunungkidul, tahun lalu menetapkan 23 program legislasi daerah yang disepakati bersama. Hanya, dari jumlah tersebut baru menghasilkan delapan peraturan daerah.
Dari sisi pencapaian, tahun lalu merupakan pencapaian yang paling minim sejak 2010 lalu. Jumlah tersebut hanya lebih baik dua tingkat, bila dibandingkan dengan hasil perda di 2009, karena saat itu ada enam peraturan yang disahkan.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Marsiyono menilai ada dua faktor yang membuat kinerja dewan mengalami penurunan. Pertama, 2014 meruapakan tahun politik sehingga banyak anggota yang mengalihkan perhatian untuk fokus agar terpilih untuk periode lima tahun ke depan.
“Meski banyak turun ke masyarakat, itu juga tidak menyalahi aturan. Sebab, fungsi dewan tidak hanya pada pengawasan dan legislasi, karena juga ada penyerapan aspirasi ke warga,” kata Marsiyono kepada Harian Jogja, di akhir pekan lalu.
Faktor kedua yang berpengaruh terhadap kinerja dewan adalah dinamika dalam pembentukan alkap. Marsiyono pun mengakui, pembentukan tersebut memakan waktu hingga waktu empat bulan, sehingga menguras tenaga dan pikiran. Sementara, tanpa adanya alat itu maka fungsi dewan tak bekerja dengan maksimal.
“Mau tidak mau selama kurun waktu itu hanya fokus untuk pembentukan. Kami baru bisa bekerja di pertengahan November lalu, sedang waktu yang tersisa belum bisa untuk menyelesaikan seluruh rancangan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air bersih Gunungkidul baru mencapai 90,93%. Pemkab memperkuat jaringan SPAM, sementara BPBD menyiapkan 1.150 tangki bantuan air.
METI menilai program biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi Indonesia, menghemat devisa, dan mendukung kemandirian energi nasional.
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Polda Metro Jaya menangkap MY, terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Polisi masih mendalami motif dan tujuan pelaku.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo usai Etik Suryani ditetapkan KPK.
Mahfud MD menilai pengalihan penyidikan kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejaksaan Agung tidak dikenal dalam KUHAP.