Wisatawan Gunungkidul Tembus 4,5 Juta, PAD Retribusi Capai Rp56,1 Miliar
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Lapak-lapak pedagang masih terlihat berjejer di pinggir Pantai Nguyahan. Rencananya, seluruh pedagang akan dipindah ke kios yang sedang dibangun, dan lapak-lapak itu akan dibongkar. Foto diambil Jumat (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul diharapkan tidak hanya dari sisi pembangunan fisik tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi berharap pengembangan wisata di kawasan Pantai Nguyahan tidak sebatas pembangunan, sebab terus dilakukan program pendampingan yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat melakukan pemantauan pembagunan 35 kios di kawasan Pantai Nguyahan, Rabu (28/1/2015) sore.
“Sudah dalam proses yang benar. Pengembangan kawasan tersebut juga sudah sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Gunungkidul yang bertumpu pada pembangunan sektor pariwisata. Harus berkelanjutan, karena jangan sampai salah arah dan terkesan asal-asalan,” kata Immawan, Rabu (28/1/2015).
Program pendampingan, maupun pengawasan yang dilakukan membutuhkan peran aktif dari pemerintah desa. Immawan mencontohkan perangkat desa bisa berkonsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau dengan stakeholder yang lain. Hasil konsultasi tersebut kemudian dijalankan bersama pelaku wisata yang ada.
Sementara itu, Kepala Desa Kanigoro Santoso mengatakan penataan obyek Pantai Nguyahan masih dalam proses penyelesaian. Dia mengakui, penataan kawasan sempat mandek beberapa hari, dikarenakan sisa anggaran dari program Masterplan Percepatan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) tidak bisa dicairkan.
“Namun semua sudah bisa diatasi, dan sejak tiga hari yang lalu program sudah kembali berjalan. Untuk saat ini, fokus pembangunan dengan membuat jalan cor blok yang menghubungkan Pantai Ngobaran-Nguyahan,” kata dia, di sela-sela mendampingi wakil bupati meninjau lokasi.
Santoso menjelaskan penataan kawasan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Para pedagang tidak keberatan untuk dipindah ke lokasi kios yang saat ini sedang dibangun. Dia mengakui pembangunan 35 kios belum mampu menampung seluruh pedagang. Sebab, jumlah pedagang di kawasan tersebut ada sekitar 50 orang. Namun, Santoso menilai hal tersebut bukan menjadi hambatan, karena pedagang diperbolehkan membangun di lahan-lahan kosong di dekat kios.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
IHSG berpeluang menguat pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham EMAS, KLBF, PACK, dan DOOH dari BRIDS.
Bisalunas merangkum enam bentuk pelanggaran penagihan pinjol, mulai dari spam chat kasar, penyalahgunaan data pribadi, intimidasi keluarga, hingga order ojol
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Indonesia menguji cairan bantuan Brasil untuk memadamkan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan melalui penyemprotan udara dan pemadaman manual.
Pemerintah menyiapkan tiga pabrik tepung telur dan tepung daging dengan investasi awal Rp200 miliar per pabrik untuk menekan impor dan memperkuat peternakan.