Pilur Gunungkidul 26 September, Surat Suara Mulai Masuk Tahap Pencetakan
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Batan Ruslan (baju batik) saat melakukan peninjauan olahan kreasi pangan di sela-sela kegiatan sarasehan Mitra Komersial Pemanfaatan Porduk Pangan Bidang Pertanian di Balai Desa Playen, Rabu (30/4/2015). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul berupa tanaman Sorgum terganggu serangan burung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proyek kerja sama penanaman sorgum antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Rahayu, Desa Playen masuk dalam kategori sukses.
Namun, panen yang dihasilkan belum maksimal, karena banyak bulir sorgum yang dimakan burung.
Ketua Gapoktan Sido Rahayu Mardi mengatakan, secara produk sorgum kreasi Batan sangat bagus. Dari sisi tanaman bisa tumbuh dengan subur, sementara bulir yang dihasilkan juga lebih besar dan manis.
“Kalau dibandingkan dengan sorgum yang biasa, kreasi dari Batan jelas lebih unggul. Hanya saja, saat akan dipanen sudah kalah sama burung, sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal,” kata Mardi, Rabu (29/4/2015).
Menurut dia, selain proses pembibitan tergadap sorgum, Batan juga membantu menyediakan padi varietas unggul jenis Sidenuk (Sidedikasi Nuklir), Bestari hingga Unsrat 1 dan 2.
Sejak proses penandatangan kerja sama di tahun lalu, para petani terus mendapatkan bantuan dalam pengembangan hingga pelatihan.
Sementara itu, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan Batan Ruslan mengatakan, kegiatan sarasehan dilakukan sebagai tindak lanjut upaya kerja sama yang dilakukan di tahun lalu. dari pertemuan tersebut, juga dilakukan interaksi dengan petani khususnya untuk mengetahui berbagai kendala yang terjadi di lapangan.
“Kalau dari sisi produk memang tidak ada masalah. Tapi, dengan tumbuh suburnya sorgum juga menimbulkan masalah baru, yakni menarik minat burung untuk memangsa tanaman itu,” kata Ruslan.
Ruslan menduga, penyebab tanaman sorgum diserang burung karena di sekitar lokasi tidak ada tanaman yang lain. Menurut informasi yang ia peroleh, warga sudah mencoba menutupi buah sorgum dengan plastik, tapi upaya ini juga belum berhasil.
Dia menjelaskan, segala bentuk keluhan dari petani akan ditampung, kemudian digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan produk yang sudah ada.
“Mungkin ke depannya, tinggi batangnya bisa lebih diperpendek lagi, sehingga tidak menarik minat burung. Tapi, ini butuh kajian dan penelitian yang lebih mendalam,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Ruslan, selain menampung segala keluhan petani, Batan juga akan melakukan beberapa program pelatihan pengembangan produk pangan dari sorgum.
Pasalnya, selain digunakan untuk pakan ternak, tanaman ini juga bisa menghasilkan olahan pangan pengganti beras.
“Untuk pelaksanaan akan kita berikan di hari kedua sarasehan. Tapi saat melihat hasil kreasi makanan tadi [kemarin] sudah ada pizza dari tepung sorgum, dan rasanya juga tidak kalah dengan yang asli,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di sekitar Pulau Masalembu. Sebanyak 118 orang masih dicari dalam operasi SAR yang diperkuat Polri.
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Anak 7 tahun ditemukan meninggal di Sungai Winongo Kecil Bantul. Korban sempat shalat zuhur sebelum bermain seorang diri di sekitar sungai.
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.