DPRD Gunungkidul Siapkan Net dan Bola Voli untuk Masyarakat
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
TKI Gunungkidul, Roko yang meninggal di kapal diharapkan Dinsosnakertrans jadi pelajaran penting
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul berharap partisipasi masyarakat untuk rutin melaporkan keberadaan mereka saat bekerja di luar daerah. Bentuk laporan tidak perlu rumit, para pekerja cukup memberitahukan tempat tinggal dan tempat kerja mereka. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/15/kurang-nutrisi-diduga-penyebab-tki-asal-gunungkidul-meninggal-di-kapal-604602">Kurang Nutrisi Diduga Penyebab TKI Asal Gunungkidul Meninggal di Kapal)
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kejadian yang menimpa Roko Bayu Anggoro, Tenaga Kerja Indonesia asal Dusun Gedangan, Gedangrejo, Karangmojo harus dijadikan pengalaman bersama. Harapannya dengan berperan aktif lapor ke dinas, maka sewaktu-waktu ada permasalahan di tempat kerja, pemerintah kabupaten bisa ikut menengahi dan mencari jalan keluarnya.
“Formatnya gampang, tidak usah susah. Tinggal telepon ke kami, dengan memberitahukan dimana tempat tinggal dan bekerja sudah cukup. Bagi yang pernah mengurus kartu kuning maka tidak akan kesulitan melaporkannya,” kata Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2015).
Menurut dia, informasi singkat tersebut akan sangat penting. Terlebih lagi, selama ini kartu kuning (AK1) yang diandalkan belum bisa berfungsi dengan maksimal, karena masih banyak perusahan atau pemohon yang mengembalikan kartu itu saat diterima kerja.
“Memang pelaporan itu, gampang-gampang susah. Sebab tergantung dari niatan warga. Tidak mungkin kalau kami yang mengecek satu persatu, karena jumlahnya mencapai ribuan lebih,” ujarnya.
Mengenai kematian Roko, Dwi mengaku hanya bisa mengusahakan. Terlebih lagi, keberangkatnya ke luar negeri tanpa sepengetahuan dinsosnakertrans, karena melalui PJTKI di Grobongan, Jawa Tengah.
“Meski kami buta permasalahan yang menimpa korban, kami tetap berusaha membantu. Beberapa waktu lalu, kami juga mengajak petugas BP3TKI DIY untuk berkunjung ke rumah korban,” tutur dia.
Terpisah, Orang tua Roko, Gunawan Edy Mulyono mengungkapkan beradasrkan informasi yang diperoleh dari KBRI di Senegal menyebutkan, jika anaknya meninggal karena kehabisan nutrisi. Kemungkinan besar korban dipaksa bekerja tanpa asupan gizi yang seimbang.
“Ssaya sempat tanya dengan penyalur, katanya meninggal karena ebola. Tapi berdasarkan informasi dari KBRI, anak saya meninggal karena kurang gizi,” tutur dia.
Dia mengaku sudah ikhlas, karena kematian anaknya adalah takdir dari yang maha kuasa. Namun, Gunawan berharap ada upaya pengungkapan secara jelas penyebab kematian anak itu.
“Mudah-mudahan jenazah anak saya bisa segera dipulangkan,” tuturnya.
Pengurus Kartu Kuning Makin Minim
Keberadaan kartu kuning memiliki peran besar terhadap keberadaan pekerja, baik itu di luar daerah atau luar negeri. Sayangnya, antusias masyarakat untuk mengurusnya makin minim.
Hal ini terlihat dari data pengurusan di Dinsosnakertrans Gunungkidul. pada 2013 lalu, ada 1.423 pemohon, namun setahun berikutnya menurun tinggal 820 pemohon. “Hingga akhir Maret, yang medaftar ada 168 permohonan kartu kuning,” kata Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Gunungkidul Eko Budiyono.
Menurut dia, penurunan tersebut tidak lepas makib banyak rekrtumen tenaga kerja yang tidak lagi membutuhkan kartu itu. Misalnya, di tahun lalu rekrutmen CPNS tak lagi menggunakan kartu tersebut.
“Sangat berpengaruh, karena dulu waktu akan pendaftaran, banyak sekali warga mengurus karti AK1 ini,” ulasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.