83.757 Warga Gunungkidul Alami Kekeringan, Target Bantuan Air Menyusut
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Beberapa warga Dusun Regedek, Giripanggung, Tepus dan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (tengah) memperlihatkan tikus yang berhasil diburu. Jumat (29/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/dok.Regedek)
Pertanian Gunungkidul terutama di Regedek mendapat serangan hama tikus.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hama tikus menyerang lahan pertanian milik warga Dusun Regedek, Giripanggung, Tepus. Untuk mengatisipasi kerusakan yang lebih parah, warga melakukan pemburuan terhadap hewan pengerat itu.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Jumat (29/5/2015), serangan tikus tidak hanya terjadi di lahan pertanian, karena juga sampai memasuki area pemukiman warga. Jika dibiarkan, kesehatan warga bisa terancam, sebab binatang ini merupakan sumber penyakit leptospirosis yang mematikan.
Untuk meminimalisir perkembangan populasi, warga berinisiatif melakukan gropyokan. Caranya, warga memburu ke lokasi-lokasi yang menjadi sarang tikus. Selanjutnya, tikus yang tertangkap dibunuh, lalu dikubur.
Menurut pengakuan seorang warga, Sutrisno, serangan tikus terjadi sejak sebulan yang lalu. kondisi ini sangat meresahkan warga, sebab binatang ini juga menjadi sumber penyakit yang mematikan.
“Kami sangat khawatir, selain merusak tanaman, tikus-tikus itu aktif berkeliaran di rumah-rumah warga,” kata Sutrisno kepada wartawan, kemarin.
Dia menjelaskan, meski sudah berinisiatif memburu, namun upaya tersebut urung membuahkan hasil yang signifikan. Warga mengaku kesulitan, karena tikus-tikus tersebut banyak beraktivitas di malam hari.
“Jumlahnya sangat banyak, sedankan alat yang kami gunakan juga terbatas. Untuk menangkapnya, kami juga banyak memasang alat penjebak,” aku Sutrisno.
Dia menambahkan, akibat serangan tersebut banyak tanaman warga mulai dari padi, kacang, kedelai hingga sorgum rusak. Tak hanya itu, hasil panen yang dijemur di halaman juga tak luput dari binatang pengerat itu.
“Mudah-mudahan dari dinas ada solusi untuk menanggulangi. Gropyokan yang dilakukan, juga hanya bersifat sementara karena hanya mengurangi populasi tikus. tapi tidak bisa menghilangkan secara besar-besaran,” ujar Sutrisno.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi yang meninjau lokasi, berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan itu. Dia meminta kepada dinas, khususnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk memberikan solusi sehingga keresahan warga bisa dihilangkan.
“Harus segera dilakukan penanganan. Sebab, selain menyerang tanaman, serangan tikus juga membahayakan kesehatan warga,” ujar Immawan.
Dia pun mengapresiasi upaya warga dengan melakukan gropyokan. Harapannya, kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan, sehingga upaya mengurangi populasi tikus bisa dilakukan. “Itu harus dilakukan secara rutin, sehingga populasinya bisa ditekan,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.