Kecelakaan Maut di Ringroad Wonosari, 2 Pemotor Meninggal
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Ilustrasi uang rupiah (Dok/(JIBI/Solopos)
Santunan kematian diusulkan oleh DPRD GUnungkidul untuk warga yang mengurus akta kematian kerabatnya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah Anggota Legislatif Gunungkidul mengusulkan adanya santunan kematian bagi warga yang mengurus akta kematian.
Hal ini terungkap dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Perda No 4/2013 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.
Anggota DPRD dari Fraksi PKS Ari Siswanto mengatakan, pemberian santunan kematian kepada warga merupakan hal yang positif. Sebab, santunan itu akan memberikan banyak manfaat, selain bentuk kerahiman, langkah ini juga sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurus akta kematian.
“Beberapa daerah lain sudah punya kebijakan ini, dan saya rasa ini sangat bagus terutama untuk mendorong warga dalam upaya tertib administrasi kependudukan,” kata Ari kepada wartawan, Jumat (5/6/2015).
Dia menjelaskan, usulan ini sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten, dan usulan ini akan dipertimbangkan. Mengenai besaran santunan yang diberikan, Ari berpendapat harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daearah.
“Semua sudah ada, tapi kelihatannya pemkab masih memikirkan usulan ini,” kata Wakil Ketua Banleg itu.
Hal senada juga diungkapkan Purwanto, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra. Menurut dia, pemberian santunan ini sangat positif. Sebab banyak manfaat didapatkan adanya santunan itu.
“Kami akan terus memperjuangkan dan mudah-mudahan bisa dijalankan,” kata Purwanto.
Menanggapi adanya usulan santunan kemiskinan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul Eko Subiyantoro mengapresiasi usulan tersebut.
Hanya saja, mekanisme pemberian santunan harus diatur secara jelas, apakah ini diberikan kepada seluruh warga atau hanya untuk warga miskin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Pemkab Banyumas menargetkan Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026 setelah layanan berhenti sejak 30 Agustus.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.