Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Wisata Gunungkidul terkenal dengan pantai dan goa. Ada ratusan goa namun baru 25 yang layak untuk wisata
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dari 700-an goa di Kabupaten Gunungkidul, tercatat baru 25 goa layak menjadi objek wisata.
Hal itu dikemukakan oleh Peneliti dan Pengamat Goa, Yayasan Acintyacunyata Speleological Jogja, Bagus Yulianto. Ia mencatat goa-goa tersebut tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul.
“10 persennya merupakan gua berair, dan yang bisa dianggap layak untuk obyek wisata ada 25 goa,” ujarnya, Rabu (24/6/2015).
Kelayakan goa, dinilainya dalam dua kategori, yakni kurang layak dan tidak layak. Bagus menyebut, untuk goa yang kurang kayak, pihaknya mengupayakan penguatan bagi pemandunya. Baik teori maupun teori mengelola goa dan aktivitas wisatawan di sana.
Selain itu, karena ia menilai masyarakat setempat sudah mengetahui karateristik gua, karena berada di sekitar goa dan bisa memantau goa setiap hari sekama 24 jam, bagi goa yang tidak layak, jangan kemudian dipaksakan menjadi lokasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Polisi mencocokkan DNA keluarga rombongan wartawan hilang dengan jasad laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Harga Land Cruiser FJ di Indonesia masih dikalkulasi Toyota sebelum meluncur akhir 2026. Di Jepang, harganya mulai Rp500 jutaan.
LPS menekankan tiga kunci penguatan BPRS, yakni tone from the top, manajemen risiko proaktif, serta integrasi Governance, Risk, dan Compliance.