Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
HArianJogja/Gigih M. Hanafi Petugas menunjukkan petasan hasil sitaan di rumah kosong di daerah Cungkuk, Margorejo, Tempel, Sleman, Selasa (23/6). Petugas Mapolres Sleman berhasil mengamankan barang bukti petasan sekitar 72 juta keping senilai Rp.142 juta serta satu pelaku berinisial AY.
Razia petasan di Gunungkidul cukup unik. Pelaku menggunakan facebook untuk promosi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Seorang warga Dusun Nglipar Lor, Nglipar, Danang Yulianto,25, harus berurusan dengan polisi karena kedapatan menjual petasan. Cara menjual petasan ini terhitung moderen karena facebook sebagai media promosi.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Rabu (1/7/2015), Danang ditangkap saat melakukan transaksi jual beli dengan salah seorang polisi yang menyamar sebagai pembeli di Dusun Sumberejo, Karangtengah, Wonosari, Selasa (30/6/2015) malam. dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan puluhan petasan ukuran besar.
Kepala Satreskrim Polres Gunungkidul AKP Herry Suryanto mengatkaan, ungkap kasus ini bermula dari pemantauan petugas mengenai peredaran minuman keras via online. Saat melakukan browsing internet, petugas menemukan akun facebook pelaku yang menjual petasan.
“Kami langsung menerjunkan personel untuk menyamar menjadi pembeli. Setelah semuanya deal, petugas langsung membuat janji untuk bertemu,” kata Herry kepada wartawan, kemarin.
Dia menjelaskan, saat ditangkap Danang tidak bisa mengelak. Sebab, saat proses transaksi berlangsung petugas langsung mencokok pelaku. “Pelaku sudah kita amankan lengkap dengan barang bukti petasan 40 buah. Kami juga sempat menggeledah ke rumah pelaku, usai penangkapan,” beber dia.
Dari keterangan pelaku, petasan itu dibuat sendiri dengan bahan baku diperoleh via online. Saat ini, petugas juga masih mendalami asal usul petasan itu lengkap dengan bahan baku pembuatan. “Atas perbuatannya itu, Danang kita jerat dengan Undang-Undang Daruat Tahun 1955,” ungkap Herry.
Kepala Polres Gunungkidul AKBP Hariyanto mengaku telah menginstruksikan kepada petugas di jajaran polsek maupun polres untuk meningkatkan patroli keamanan. Patroli difokuskan ke titik-titik yang dinilai rawan, di mana keadaannya sepi hingga minim penerangan.
Namun demikian, sambung dia, guna mengurangi tindak kejahatan juga butuh peran serta dari masyarakat. Selain selalu waspada, warga diminta untuk giat melakukan keamanan lingkungan. “Kegiatan ini sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pencuri. Saat ada tindak kriminal, saya minta untuk segera melaporkan,” ujar mantan Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Ekonom UMY menjelaskan kenaikan desil belum tentu menandakan ekonomi membaik. Desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan rumah tangga.
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.
Video mahasiswa baru ISI Solo berjoget di Pendopo Ageng viral. Kampus meminta maaf dan menyiapkan edukasi etika serta wawasan budaya.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.