Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Penemuan mayat perempuan paruh baya yang terikat lehernya dengan ceceran darah di Gunungkidul, Jumat (17/7/2015). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pembunuhan Gunungkidul yang terjadi di sebuah ladang akhirnya dapat terungkap .
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul berhasil mengungkap pembunuhan sadis yang menimpa Supartilah,61, warga Bantulkarang, Ringinharjo, Bantul di Bulak Cingkrang, Pudak, Tepus, Jumat (17/7/2015). Polisi menangkap R alias Kumis,63, warga Bengkle, Tepus di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Sabtu (18/7/2015) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dari tangan pelaku, kata Kepala Satreskrim Polres Gunungkidul AKP Herry Suryanto, petugas berhasil mengamankan sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter, uang tunai Rp750.000 dan sebuah handphone. Dia menjelaskan, pembunuhan ini bermula saat korban yang merupakan kekasih pelaku meminta untuk dinikahi ke pelaku. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Kumis.
Berhubung keinginannya tak dituruti, Supartilah menjadi marah dan memukul kepala pelaku. Hal inilah yang membuat Kumis hilang kendali, kemudian mengambil sebuah balok kayu dan dipukulkan ke kepala korban sebanyak tiga kali.
"Tak berhenti disitu, usai pemukulan pelaku pun menjerat leher korban dengan tali rafia dan langsung diikatkan ke tiga tiang gubuk. Sedangkan di bagian kaki diikat dengan pelepah pisang," bebernya, Sabtu (18/7/2015)
Untuk diketahui, kasus pembunuhan ini terungkap karena warga di Dusun Pudak, Tepus digegerkan penemuan mayat wanita tanpa identitas di sebuah gubuk di Bulak Cingkrang, Tepus, Jumat, akhir pekan lalu. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ponco Sudarmo usai mencari pakan ternak sekitar pukul 06.30 WIB. Melihat kejadian tersebut, ia langsung melaporkan ke pemilik lahan, Broto Riyanto.
"Saya langsung melaporkan kejadian pembunuhan ini ke polsek," kata Broto saat ditemui di lokasi, Jumat (17/7/2015) pagi.
Dia mengungkapkan, penemuan mayat ini membuat geger seluruh warga masyarakat. Dia mengaku akibat kejadian itu membatalkan niatnya untuk melaksanakan Salat Id. "Mau bagaimana lagi, berhubung yang menemukan mengaku takut maka saya yang mewakili untuk memberikan keterangan ke polisi," kata Broto yang juga mantan kepala desa itu.
Sempat Kesulitan Menemukan Identitas Korban
Kabar penemuan mayat ini dengan cepat menyebar dan membuat warga datang ke lokasi kejadian. Di satu sisi, polisi pun sempat kesulitan menemukan identitas korban.
Pasalnya, di sekitar lokasi tak ada satupun bukti identitas milik korban. Sementara itu, saat petugas bertanya ke sejumlah warga, mereka tidak mengetahuinya.
"Kami sudah bertanya, tapi hasilnya nihil. Untuk itu, agar kasus ini bisa terungkap maka jasad dibawa ke RSUP Sardjito untuk diotopsi," kata Kapolsek Tepus AKP Yulianto di akhir pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Menhut Raja Juli Antoni memperkuat operasi karhutla Kalsel dengan tambahan armada water bombing dan helikopter dari Riau.
Enam pamong kalurahan ikut Pilur Gunungkidul 2026. Mereka wajib mundur dari jabatan jika ditetapkan sebagai calon lurah pada 8 September.
Bromo kembali dibuka untuk wisatawan dengan kuota 2.752 orang per hari. Menpar mengingatkan pengunjung menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.