Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Wisata Gunungkidul di geopark Gunungsewu akhirnya masuk global geopark network (GGN)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kawasan karts Gunungsewu akhirnya masuk dalam jaringan geopark internasional. Keputusan ini keluar dalam konfrensi Asia Pasific Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang pada Sabtu (19/9/2015).
Dengan prestasi ini, maka karts Gunungsewu merupakan bentang alam kedua di Indonesia yang masuk ke jaringan geopark internasional. Sebab, sebelumnya kawasan Gunungbatur, Bali terlebih dahulu ditetapkan sebagai bentang alam yang dibina UNESCO ini.
Kabar masuknya Gunungsewu ke jaringan global diketahui melalui postingan akun facebook milik Budi Martono, Minggu (20/9/2015). Sekretaris Daerah Gunungkidul itu mengunggah 17 foto yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan APGN di Jepang. Dalam foto itu, juga ditunjukkan bukti sertifikat masuknya kawasan karts Gunungsewu ke dalam Global Geopark Network (GGN).
Dalam postingan itu, Budi juga menulis ucapan syukur atas perjuangan yang selama ini dilakukan sehingga Gunungsewu bisa masuk ke jaringan milik UNESCO. “Ya Allah, Alhamdulillah. Akhirnya Geopark Gunungsewu-Jawa pada Agenda APGN dan pada sidang Biro GGN/UNESCO tanggal 19 September di Sanin, Kaigan, Jepang… melalui perjuangan dan upaya yang panjang, akhirnya Geopark Gunungsewu masuk Global Network of National Geoparks UNESCO,” tulis Budi di FB.
Lebih jauh dikatakan Budi, atas keberhasilan itu, pihaknya mengucapkan terima kasih ke sejumlah pihak yang berperan dalam untuk memeroleh penghargaan tersebut. “Nama kita sekarang, Gunungsewu Global Geopark Indonesia,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martono membenarkan berita bahwa Geopark Gunungsewu telah masuk dalam jaringan global. “Lihat di Fb saya. Akhirnya Gunungsewu masuk GGN. Maaf handphone saya lagi trouble dan saya juga sedang menuju Osaka,” kata Budi melalui BBM, Minggu (20/9/2015).
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Saryanto. Menurut dia, keberhasilan Gunungsewu masuk ke jaringan global merupakan kabar yang menggembirakan karena usaha yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang maksimal.
“Kami sangat senang, sebab usaha yang dilakukan tidak sia-sia,” kata Saryanto saat dihubungi, kemarin.
Dia menjelaskan, pasca penetapan itu, pada Senin (28/9/2015) mendatang, akan dilakukan koordinasi tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Tujuan koordinasi ini untuk membahas kelanjutan pengelolaan geopark, serta penajaman kerjasama yang telah ditandatangai tiga kabupaten, tiga provinsi dan tiga kementerian di Bangsal Kepatihan, DIY beberapa waktu lalu.
“Untuk koordinasi lebih lanjut masih menunggu tim yang menghadiri APGN di Jepang. Rencanannya mereka akan tiba di Gunungkidul tanggal 22 September ini,” kata Saryanto.
Untuk diketahui, rencana memasukan kawasan karts Gunungsewu ke dalam GGN mulai dilakukan intensif sejak 2014 lalu. Sayangnya saat dilakukan penilaian di Kanada tahun lalu, belum bisa masuk ke jaringan itu karena masih banyak yang harus diperbaiki.
Beberapa persoalan yang harus diperbaiki antara lain manajemen pengelolaan yang dirasa masih terlalu gemuk, sosialiasi ke sekolah di kawasan geopark dan kurangnya komitmen dari tiga pemerintahan yang tergabung dalam kawasan karts Gunungsewu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat