Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Ilustrasi program bela negara (JIBI/Bisnis/Antara)
Program bela negara diapreasi kalangan tokoh pondok pesantren.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pimpinan Pondok Pesantren Al Mumtaz, di Putat Kecamatan Patuk, KH. Muhammad Khoiron mengatakan, pendidikan bela negara sangat penting.
Hal ini betujuan untuk menjaga nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. Namun yang paling penting, upaya ini bisa mencegah merosotnya moral anak bangsa.
“Saya kira kebijakan itu patut dicoba. Sebab untuk mewujudkan kecintaan terhadap tanah air bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan aksi bela negara,” kata Muhammad, kemarin (21/10/2015).
Dia pun menegaskan, akan mengajak seluruh santri untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kebangsaan. Peringatan Hari Santri yang jatuh hari ini akan dijadikan momentum dan semangat baru bagi seluruh santri sebagai garda terdepan untuk pembangunan bangsa.
“Santri memiliki sejarah panjang serta memiliki kontribusi yang besar bagi berdirinya Indonesia. Jadi peringatan hari santri menjadi momentum untuk taat memegang ajaran agama dan budi pekerti demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” seru dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.
Suami dan anak Bupati Non-aktif Fadia Arafiq diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi terkait operasional PT RNB.