Tabrakan Beruntun Depan Terminal Dhaksinarga, Satu Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Hipertensi menyerang banyak warga di pedesaan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penderita darah tinggi di Gunungkidul makin sering dijumpai. Hal ini terlihat dalam beberapa pelayanan di sejumlah puskesmas mulai dari Kecamatan Tepus, Semin dan Karangmojo.
Meski tidak menular, penyakit ini harus ditangani dengan benar. Pasalnya jika salah dalam penanganan, selain terus kambuh http://www.solopos.com/2013/07/06/kasus-hipertensi-fast-food-jadi-pemicu-40-persen-penduduk-indonesia-kena-darah-tinggi-423235" target="_blank">hipertensi juga bisa memicu kematian.
Dokter Puskesmas Karangmojo 2, Nuri Cahyawati mengaku sering mendapatkan keluhan tentang penyakit ini. Bahkanhttp://www.solopos.com/2012/12/10/waspadai-hati-kaum-muda-juga-berisiko-terserang-hipertensi-356021" target="_blank"> hipertensi masuk sepuluh besar penyakit yang dirasakan oleh masyarakat. “Jumlahnya banyak dan saat bertugas, saya sering mendapatkan keluhan ini dari pasien,” kata Nuri kepada wartawan, Senin (30/11/2015).
Menurut dia, kondisi yang sama juga terjadi di Puskesmas 1 dan 2 Semin. Seperti yang terjadi di Karangmojo, saat masih bertugas di dua puskesmas itu, ia mengaku sering mendapatkan keluhan yang sama. “Penyebab penyakit ini sangat banyak, mulai dari pola makan hingga faktor usia,” tutur dia.
Kondisi tak jauh berbeda juga dialami warga Dusun Blekonang 1 dan 2, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Saat ada bakti sosial yang dilakukan oleh Rumah Sakit Bethesda ditemukan fakta, bahwa masyarakat di dua dusun itu banyak mengalami tekanan darah tinggi. “Jadi ini di luar dugaan kami, ternyata masyarakat desa banyak yang terkena hipertensi,” terang Koordinator bakti sosial Heni Pesik kepada wartawan akhir pekan lalu.
Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Ida Rochmawaty mengatakan, penyebab hipertensi disebabkan oleh banyak faktor. Penyakit ini bisa menyerang karena umur, gaya hidup, tingkat stres atau merupakan komplikasi dari beberapa penyakit yang sudah diderita. “Bahkan penyakit ini juga bisa bersumber dari keturunan,” kata Ida.
Dia menjelaskan, selain dilakukan pengobatan rutin, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti penting pola hidup sehat. Selain itu, juga perlu diberikan pemahaman tentang manajemen stress yang baik.
“Hipertensi yang akut bisa menyebabkan stroke. Jika sudah mencapai tingkat ini akan sulit disembuhkan. Oleh karena itu, untuk pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat pola hidu sehat, tapi kalau sudah terkena bisa dilakukan dengan pengobatan yang rutin,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.