Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Para Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul. (Harian Jogja/Uli Febriarni)
Pilkada Gunungkidul masuk masa tenang, para calon memperbanyak doa agar menang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masa tenang dimanfaatkan oleh pasangan calon untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka pun berharap pada pemilihan yang berlangsung Rabu besok, diberikan hasil yang maksimal sehingga bisa terpilih menjadi kepala daerah di Gunungkidul periode 2016-2021. (Baca jgua : http://solopos.com/2015/12/06/pilkada-gunungkidul-masa-tenang-atribut-harus-bersih-termasuk-di-posko-pemenangan-667949" target="_blank">PILKADA GUNUNGKIDUL : Masa Tenang, Atribut Harus Bersih, Termasuk di Posko Pemenangan)
Calon Bupati Gunungkidul nomor satu Badingah mengatakan, masa tenang digunakan untuk menurunkan tensi pikiran. Sebab waktu kampanye yang berlangsung selama 100 hari ini memakan tenaga dan juga pikiran. “Sudah tidak ada aktivitas lagi, dan tinggal kumpul-kumpul untuk bersantai,” kata Badingah kepada Harian Jogja, Senin (7/12/2015).
Meski bersantai ria, Badingah tidak menampik terus berdoa dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dia pun berharap dalam pilkada ini diberikan hasil yang maksimal. “Semua saya serahkan ke masyarakat. Tapi saya tetap optimistis bisa menang,” ujar Istri Almarhum Ketua DPD Golkar Gunungkidul Wasito Dono Saroyo ini.
Tak jauh beda juga dilakukan oleh calon bupati Benyamin Sudarmadi. Di masa tenang ini, dipergunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Saya terus berdoa agar diberikan hasil yang terbaik,” kata Benyamin.
Selain berdoa, Benyamin mengakui masih menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah relawan, untuk sebatas bertegur sapa dan bercanda. “Pertemuan ini juga bagian dari untuk konsolidasi penguatan internal relawan. Tapi untuk kampanye, kami sudah berhenti,” kata calon yang maju dari jalur independen ini.
Rasa optimisme bisa memenangkan pilkada juga disuarakan oleh Calon Bupati Djangkung Sujarwadi. Menurut dia, setelah kampanye panjang selama tiga bulan, di masa tenang ini digunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. “Kita tinggal berdoa. Mudah-mudahan bisa diberikan hasil yang terbaik,” kata Djangkung.
Dia menambahkan, memasuki masa tenang ini segala aktivitas yang berbau kampanye sudah dihentikan. Namun, ia menegaskan konsolidasi internal terus dilakukan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Kami terus menaati aturan, jadi saat masa tenang segala aktivitas kampanye juga dihentikan,” tegas mantan Direktur Penagih Pajak ini.
Sama seperti dengan ketiga calon bupati lainnya, calon nomor empat Subardi TS di masa tenang ini kegiatannya lebih santai dan banyak diisi dengan berdoa. Dia berharap dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT maka bisa diberikan hasil yang maksimal dalam pilkada.
“Setelah berusaha dalam kampanye, sekarang tinggal berdoa dan mudah-mudahan diberi jalan untuk memenangkan pilkada,” kata Subardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137