Serangan Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul Diprediksi Hingga September
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Ilustrasi bayi dibuang (Google image)
Pembuangan bayi Gunungkidul dilakukan oleh seorang ibu yang masih duduk di bangku SMP.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu dikejutkan penemuan mayat bayi berusia sekitar satu minggu di komplek pemakaman di desa setempat, Sabtu (20/2/2016). Tak berselang lama dari penemuan, polisi berhasil meringkus pelaku pembuangan yang dilakukan oleh sepasang kekasih Prs,20, dan RK,16, salah seorang siswi SMP di Kecamatan Semanu.
Keduanya saat ini sudah diamankan di Mapolres Gunungkidul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk pelaku RK disangkakan KUHP Pasal 341 tentang seorang ibu yang melahirkan dan kemudian membunuh bayinya karena takut ketahuan. Sementara itu, Prs dijerat pasal 343, sebagai pelaku yang turut campur dalam kejahatan seperti yang disangkakan pasal 341.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, modus pembunuhan bayi karena adanya hubungan terlarang sepasang kekasih Prs dan RK. Dari hubungan yang dijalin sejak Agustus 2015, diketahui RK telah berbadan dua. Keduanya pun sepakat untuk menggugurkan kandungan dengan berbagai cara, mulai dari meminum jus nanas, minuman berkarbonasi atau menenggak obat sakit kepala.
Upaya terakhir menggugurkan kandungan yang berusia sekitar lima bulan itu dilakukan pada Kamis (11/2/2016). Saat itu, RK menenggak dua jenis minuman berkarbonasi sekaligus. Awalnya tidak menimbulkan reaksi apa-apa, baru sekitar pukul 20.00 WIB (di hari yang sama) mulai ada reaksi dengan gejala sakit perut. Akhirnya pada Jumat (12/2/2016), RK melahirkan seorang bayi normal, tanpa bantuan siapa pun.
Panik dengan kelahiran tersebut, pelaku akhirnya menyekap bayi itu hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, jasad bayi itu langsung dibungkus dengan plastik dan dimasukan ke dalam kardus serta disimpan ke lemari.
“Pelaku baru membuang jasad itu ke pemakaman di Dusung Kangkung B, Ngeposari pada Minggu [14/2/2016],” kata Mustijat kepada wartawan, Minggu (21/2/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Biaya bagasi pesawat terus naik. Simak cara hemat menghindari biaya tambahan agar perjalanan tetap nyaman dan ramah di kantong.
Mencampur Bio Solar B50 dengan Dexlite berpotensi merusak injektor dan sistem bahan bakar diesel. Simak risiko dan penjelasan para ahli.
Film Cinta Lama Babak Kedua #CLBK tayang mulai 2 Juli 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah cinta lama yang mengancam pernikahan cucu.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Sony hentikan produksi game fisik PlayStation mulai Januari 2028. Semua game baru hanya digital. Era kaset dan cakram berakhir.