Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Ilustrasi uang rupiah (Dok/(JIBI/Solopos)
Wisata Gunungkidul tercoreng karena adanya laporan wisatawan yang mengeluhkan pemaksaan ojek menuju pantai timang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah wisatawan di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus mengeluhkan keberadaan ojek di sekitar obyek wisata. Keluhan muncul karena wisatawan merasa dipaksa menggunakan ojek, bahkan untuk sampai lokasi harus merogoh Rp30.000 untuk jasa antar jemput.
Salah seorang pengunjung Putri Frasisca mengaku terpaksa untuk menggunakan jasa tersebut. Awalnya ia tidak mempermasalahkan ulah dari sejumlah tukang ojek itu, sebab kedatangannya ke pantai Timang baru pertama kali.
Saat diberhentikan oleh tukang parkir, ia pun nurut saja dan memarkirkan mobilnya di tempat yang telah disediakan. Selanjutnya, Putri mengaku ditawari jasa ojek untuk sampai ke lokasi di Pantai Timang dengan alasan kendaraan tidak masuk ke lokasi.
“Tadi sempat tawar menawar dan sepakat dengna harga antar jempur Rp30.000,” kata Putri kepada wartawan, Minggu (13/3/2016).
Kekecewaan Putri muncul setiba di Pantai Timang. Ia pun merasa dibohongi dan dipaksa untuk naik ojek. Padahal jika melihat jalan yang ada, kendaraan masih bisa sampai ke lokasi, meski jalannya masih kurang bagus.
“Bilangnya tidak bisa dilalui, tapi ternyata bisa. Kecurigaan saya muncul sejak di tengah perjalanan dan mulai berfikir bahwa sebenarnya mobil masih bisa masuk sampai ke lokasi,” kata perempuan asal Pacitan ini.
Hal senada diungkapkan Indah Dwi Parawangsa, pengunjung lain di Pantai Timang. Menurut dia, kejadian diberhentikannya kendaraan pengunjung jauh dari lokasi wisata dan disuruh paksa naik ojek sangat mengganggu kenyamanan.
Oleh karenanya dia berharap hal tersebut bisa ditertibkan, karena sangat meresahkan. Terlebih lagi dari kondisi di lapangan, kendaraan masih bisa sampai lokasi tanpa harus naik ojek.
“Kami merasa dibohongi, katanya tidak bisa lewat dan ternyata tetap bisa,” ungkap Indah.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Siti Isnaini Dekoningrum mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan pemaksaan oknum ojek di Pantai Timang. Ia pun berjanji akan merespon keluhan itu dengan mengecek ke lapangan. “Belum ada informasi yang masuk, tapi saya berterimakasih atas aduan ini,” kata Siti, kemarin.
Dia menjelaskan, untuk menyelesaikan masalah ini akan dikoordinasikan dengan Kelompok Sadar Wisata dan perangkat desa setempat. Harapannya keluhan ini bisa diselesaikan karena sehingga wisatawan tidak terganggu dan merasa nyaman saat berkunjung.
“Kita sudah programkan untuk rencana pembangunan kawasan Timang, jadi jangan sampai keluhan-keluhan itu terus muncul karena bisa mengganggu pengembangan potensi wisata yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.